Perusahaan yang mendapat pekerjaan itu adalah PT Sinar Cendana /Samchin Engenering. Perusahaan itu mengerahkan enam pekerjanya untuk mengerjakan kapal itu. Mereka adalah Nimrot Hutagalung, Onik Saputra , Faisal Koto, Rusli Tan, Malik Majida dan Liwante Hutagalung.
Pada saat kejadian, lima orang Nimrot Hutagalung, Onik Saputra, Faisal Koto, Rusli Tan, dan Malik Majida terjebak di ruang mesin dan tewas di tempat. Sementara Liwante berhasil menyelamatkan diri dan saat ini mengdapat perawatan di RSUD Embung Fatimah.
Seorang Pekerja Jatuh dari Deck Kapal Setinggi 25 Meter (2021)
Seorang buruh bernama Petrik Natanael Sitompul (20), tewas usai terjatuh dari deck Kapal Lady Vik yang berada di kawasan PT PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Selasa (16/3/2021), sekira pukul 10.30 WIB.
Baca:Kapal Tanker di PT ASL Terbakar, Enam Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Dari keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian, Petrik sedang berada di atas deck Kapal Lady Vik untuk pengerjaan cleaning. Setelah pengerjaan cleaning selesai, korban naik ke atas deck kapal dan membuka tali ikatan kabel panel.
Namun tali ikatan panel tersebut melorot ke luar kapal dan menyeret tubuhnya, dan akhirnya jatuh ke dari ketinggian sekitar 25 meter. Akibatnya, ia mengalami remuk di bagian kepala, serta mengalai patah tulang di bagian tangan dan kaki.
Petrik Natanael Sitompul bekerja adi Subcon PT. Alang Jaya atau yang menjadi perusahaan subcon di perusahaan galangan kapal PT ASL Shipyard. Kejadian ini membuat pihak keluarga sangat terpukul, terutama ibu dari korban.
Sekuriti PT ASL Meninggal Usai Jatuh dari Kapal (2021)
Salah satu Sekuriti PT ASL Shipyard Indonesia, bernama Hubertus Dewa (28), ditemukan tidak bernyawa usai terjatuh ke laut Selasa (2/11/2021). Jenazahnya ditemukan oleh Tim SAR saat melakukan pencarian pada Rabu (3/11/2021).
Pencarian mulai pukul 10.00 pagi sampai jam 12.30 siang. Korban ditemukan meninggal dunia sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Kemudian, tim pun mengevakuasi korban dari perairan Tanjunguncang itu ke darat, untuk dibawa ke RSUD Embung Fatimah.
Hubertus Dewa yang merupakan Sekuriti PT ASL itu. Insiden ini terjadi saat dirinya tengah mengisi air bersih (tawar) untuk salah satu kapal yang bersandar di dermaga itu. Diduga tergelincir karena saat itu tengah hujan, mengakibatkan dirinya terjatuh ke laut.
Meninggalnya Joni Osman Usai Alami Laka Kerja (2023)
Salah satu tenaga kerja Subkontraktor PT ASL Shipyard, yaitu PT Yanlong Indonesia, Joni Osman, meregang nyawa setelah mengalami kecelaan saat bekerja pada Januari 2023. Hanya saja, bagaimana kronologis kejadian ini seakan hilang. Diduga menutupi kelalaian, upaya untuk membungkam pihak keluarga dengan berbagai santunan dilakukan.
Baca: Mantan Branch Manager Bank Swasta di Batam Siksa ART, Kondisi Korban Meprihatinkan
Terbukti, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Batam Sekupang dengan memberikan santunan kepada ahli waris.
Kepergian Joni, meninggalkan kesedihan bagi istri dan 1 anaknya. Jumlah santunan yang diberikan Rp 330 juta rupiah yang terdiri dari, manfaat Santunan Kecelakaan Kerja Meninggal, Santunan Jaminan Hari Tua, Santunan Jaminan Pensiun, dan Beasiswa Bagi Anak yang di tinggalkan.







