Ngaku Sekuriti, Juru Parkir Ocarina Batam Dikeroyok Ramai-ramai, Dua Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi

oleh -
oleh
Ngaku Sekuriti, Juru Parkir Ocarina Batam Dikeroyok Ramai-ramai, Dua Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi
Kasatreskrim Polresta Barelang Kompol M Debby Tri Andrestian, mengungkapkan bahwa sekitar 10 oknum sekuriti mendatangi korban

LenteraKepri.com, Batam – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus pengeroyokan terhadap seorang juru parkir (jukir) di kawasan Ocarina Batam. Dua pria berinisial SS (27) dan ND (28) ditangkap setelah diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut.

Kedua pelaku diamankan di Perumahan Marcela, Batam Kota, pada Kamis (22/1/2026). Penangkapan ini berkaitan dengan pengeroyokan yang menimpa juru parkir bernama Andi di depan Term Cafe, kawasan Ocarina Batam.

Peristiwa bermula saat korban tengah menjalankan tugas memarkirkan kendaraan. Secara tiba-tiba, Andi didatangi sekelompok pria yang mengaku sebagai pihak keamanan kawasan setempat.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, mengungkapkan bahwa sekitar 10 oknum sekuriti mendatangi korban dan melarangnya melakukan aktivitas parkir di lokasi tersebut.

Namun, korban yang merasa memiliki izin resmi tetap bertahan. Ketegangan pun tak terhindarkan hingga berujung cekcok mulut dan aksi pemukulan secara bersama-sama.

“Motif utamanya karena korban menolak berhenti parkir sehingga terjadi cekcok,” ujar Kompol M Debby Tri Andrestian, Jumat (23/1/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua orang sebagai pelaku utama pengeroyokan. Keduanya kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga memastikan bahwa korban bukan juru parkir ilegal. Berdasarkan keterangan, Andi telah bekerja sebagai juru parkir di lokasi tersebut selama sekitar tiga tahun dan dilengkapi dengan atribut resmi.

“Korban memiliki karcis dan rompi resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam,” tambah Debby.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka fisik serius, di antaranya luka di mata kanan, tangan, serta memar dan benjolan di bagian leher.

Meski baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Polresta Barelang menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut. Polisi tengah mendalami kemungkinan adanya perintah dari pihak tertentu di balik aksi yang diduga mengarah pada praktik premanisme tersebut.

“Kami fokus pada tindak pidananya. Kejadian ini berlangsung di luar kawasan Ocarina Batam, dan pendalaman terkait pihak yang menyuruh pelaku masih berlanjut,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.