Pesta Rakyat, Lahirkan Makna Kebersamaan Sesama Warga RT 02 RW 10 Bengkong Asrama

oleh -
Pesta Rakyat
Perlombaan dalam kegiatan pesta rakyat di RT 02 Bengkong Asrama. (Foto: Dokumentasi warga)

LenteraKepri.com, Batam – Hari libur kali ini terasa berbeda dari biasanya. Berbagai umbul-umbul tampak menghiasi jalan dan depan rumah warga. Tidak hanya itu, bendera merah putih dengan gagahnya terus berkibar di setiap rumah. Umbul-umbul dan bendera ini sudah dipasang jauh hari sebagai tanda ingin merayakan sesuatu yang besar.

Sedari pagi, aktivitas masyarakat cukup tinggi di luar rumah. Sebagian besar masyarakat mulai dari anak-anak hingga dewasa mengenakan pakaian berwarna merah dikombinasikan dengan warna putih. Dua tenda juga sudah didirikan jauh hari sebelumnya, sebagai tempat akan diselenggarakannya suatu yang istimewa.

Tepat sekali, hal ini dilakukan warga RT 02 RW 10 Kavling Penataan Bengkong Asrama, Kelurahan Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, sebagai rangkaian memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

Baca: Panitia Kongres Persatuan PWI Pusat Tolak Surat Tinjau Ulang, Marganas: Bagus Bergabung Baik-baik!

Pesta Rakyat Pemersatu Warga

Puncaknya, pada Minggu (17/8/2025), warga baik muda, tua, kecil, besar, semua berkumpul untuk menyelenggarakan pesta rakyat sebagai pemersatu warga. Berbagai perlombaan digelar, baik untuk balita, anak-anak tingkat TK, SD, SMP, dan SMA. Bahkan, perlombaan untuk para ibu dan bapak juga tidak ketinggalan.

Untuk anak-anak, digelar perlombaan seperti, memasukkan tali yang diikat paku ke dalam botol, makan kerupuk, lomba lari, menarik sedotan, lomba kelereng dan berbagai lomba lainnya. Sementara untuk para ibu dan bapak, salah satu perlombaan yang dilakukan ialah bergoyang sambil merebut kursi.

Dengan mengikuti arahan pembawa acara, mereka akan begoyang sesuai dengan irama musik dengan mengitari beberapa kursi. Begitu musik dimatikan, perebutan kursi dimulai. Canda tawa, riuh gempita sesama warga sangat terasa. Semua bersatu dengan keceriaan di hari yang merdeka.

Jauh dari kemewahan dan jauh dari hadiah perlombaan yang memiliki nilai fantastis. Apalagi, kali ini bukanlah tahun politik, dimana banyaknya para calon-calon legislatif datang mengambil hati warga dengan memberikan sumbangan dan janji manis.

Namun dengan kekompakan warga serta semangat untuk menghormati para terdahulu berjuang untuk kemerdekaan RI hingga mengorbankan nyawanya, pesta rakyat yang sederhana itu pun tetap berlangsung meriah.

Ketua Panitia, Ibu Linda, mengatakan, terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari kekompakan warga. Tanpa sponsor, segala biaya selama kegiatan, mulai dari konsumsi, hingga hadiah perlombaan, juga merupakan sumbangan dari warga setempat.

Baca: Peringati Bulan Bakti, RSBP Batam Berikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

“Ini semua murni dari swadaya masyarakat. Sebelum pesta rakyat, panitia yang sudah dibentuk akan mendatangi rumah warga untuk memungut iuran yang sepantasnya, tanpa harus memberatkan,” ujar Linda, Minggu malam.

Dari sumbangan atau iuran yang terkumpul, dipergunakan untuk kebutuhan kegiatan. Bahkan untuk konsumsi, para ibu-ibu bergotong royong memasak makanan pada malam sebelum kegiatan. Ia menekankan, tujuan pesta rakyat ini dibuat yang paling utama ialah untuk menjalin silaturahmi sesama warga RT 02.

“Bagi kami bukanlah seberapa besar nilai dari hadiah perlombaan yang dilaksanakan, namun dengan kegiatan ini, warga yang sehri-hari disibukkan dengan aktivitas masing-masing bisa berkumpul bersama, menjadikan momentum hari kemerdekaan sebagai ajang silaturahmi sesama warga,” lanjutnya.

Bukan Nilai Hadiah, Namun Lahirnya Kebersamaan

Pesta rakyat ini digelar warga sejak pagi. Sebagai puncaknya, ialah pengumuman juara dalam perlombaan pada malam hari. Tanpa ada yang mengomandoi, ba’da Magrib secara otomatis warga kembali berkumpul di bawah tenda, duduk pada kursi-kursi yang sudah tersusun rapi.

Hanya berhadiahkan makanan ringan, dan amplop berisikan sejumlah uang dengan nominal hanya cukup untuk membeli cemilan, anak-anak yang menjadi juara dalam perlombaan sangat senang luar biasa saat diminta ke depan. Jerih mereka terbayarkan dengan hadiah sebagai penghargaan.

“Setelah pengumuman pemenang ddan menyerahkan hadiah, kita lanjutkan makan bersama, sehingga rasa kekeluargaan dan kebersamaan semakin terasa. Kita selalu kompak melaksanakan pesta rakyat setiap tahunnya. Semoga tahun depan kita bisa melaksanakannya dengan lebih meriah lagi,” harap Linda.

Baca: Saibansah Dardani Resmi Wakili Kepri di Kongres Persatuan PWI 2025

Sementara Ketua RT 02, Adman Tamba, menambahkan, iuran-iuran yang melibatkan warga, pihaknya selalu membuat laporannya dan akan diumumkan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nanti laporan keuangannya akan kita sampaikan kepada masyarakat, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi. Setelah perlombaan yang dilakukan di tingkat RT, kami juga sedang menyiapkan anak-anak dan masyarakat yang akan mengikuti perlombaan tingkat RW. Ini rutin setiap tahun dilakukan. Semoga tahun ini RT kami bisa menjadi pemenang di tingkat RW,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.