LenteraKepri.com, Batam – Warga Bukit Senyum, Kecamatan Batu Ampar, digemparkan dengan penangkapan seorang pria berinisial JS (55) oleh tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri). Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita lebih dari 2,6 kilogram ganja siap edar.
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri, Kompol Komarudin, mengatakan penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa (14/10/2025) malam setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.
“Tim mengamankan JS di kawasan Bukit Senyum, Kecamatan Batu Ampar. Penangkapan dilakukan setelah penyelidikan dan pengintaian intensif oleh anggota di lapangan,” ujar Komarudin, Selasa (21/10/2025).
Saat penggeledahan di rumah tersangka, polisi menemukan sejumlah paket besar dan kecil berisi ganja dengan total berat lebih dari 2,6 kilogram.
Barang bukti itu terdiri dari:
- 1 bungkus plastik berisi 1 paket besar ganja seberat 1.080 gram
- 1 bungkus plastik berisi ganja seberat 880 gram
- 146 paket kecil ganja seberat 400 gram
- 1 bungkus plastik berisi ganja seberat 160 gram
- 23 paket kecil ganja seberat 50 gram
- 2 ikat batang ganja seberat 120 gram
Selain ganja, petugas juga menyita timbangan digital, satu unit ponsel, dan uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.
“Seluruh barang bukti diakui milik JS. Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polda Kepri untuk penyidikan lebih lanjut,” tegas Komarudin.
Polisi kini tengah mendalami jaringan pemasok dan peredaran ganja yang dikendalikan oleh JS. Dugaan sementara, pelaku merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi yang menyuplai ganja ke wilayah Batam dan sekitarnya.
Komarudin juga mengimbau masyarakat agar tidak segan melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkotika di lingkungan sekitar.
“Kami terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba di wilayah Kepri. Peran aktif masyarakat sangat membantu dalam memutus rantai peredaran barang haram ini,” ujarnya.
Dengan terungkapnya kasus ini, Ditresnarkoba Polda Kepri kembali menegaskan keseriusannya dalam memberantas peredaran narkotika di Batam, yang dikenal sebagai salah satu pintu masuk strategis di wilayah perbatasan Indonesia. (r/den)






