Populasi Harimau Terbanyak di Dunia Ternyata Ada di Sini! Negara Ini Jadi ‘Surga’ Bagi Si Raja Rimba

oleh -
Populasi Harimau Terbanyak di Dunia Ternyata Ada di Sini! Negara Ini Jadi ‘Surga’ Bagi Si Raja Rimba
Harimau di dunia saat ini mulai langka. (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Harimau dikenal sebagai salah satu predator paling menakjubkan di bumi. Kucing besar bergaris ini memiliki gigi taring yang tajam, auman yang menggema di hutan, dan kekuatan luar biasa yang menjadikannya raja rantai makanan.

Selain perannya sebagai simbol keberanian, harimau juga berfungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem — mengontrol populasi herbivora agar hutan tetap lestari.

Sayangnya, populasi harimau di dunia terus menurun akibat perburuan liar dan hilangnya habitat alami. Namun, di beberapa negara, masih ada harapan. Sejumlah wilayah menjadi rumah bagi ratusan hingga ribuan harimau yang masih bertahan di alam liar, berkat upaya konservasi yang serius.

Lalu, negara mana saja yang memiliki populasi dunia?

Berikut daftarnya!

  1. India — Rumah Terbesar Harimau Dunia

India menempati posisi pertama dengan populasi harimau terbesar di dunia. Melalui program legendaris “Project Tiger”, pemerintah India berhasil mengembalikan populasi harimau dari ambang kepunahan.

Menurut Times of India, kini terdapat sekitar 3.167 ekor harimau yang tersebar di 58 cagar alam di seluruh negeri. Keberhasilan ini tidak lepas dari pengawasan ketat, penegakan hukum, dan dukungan masyarakat lokal dalam menjaga habitat harimau.

  1. Rusia — Harimau Siberia Sang Penguasa Salju
Populasi Harimau Terbanyak di Dunia Ternyata Ada di Sini! Negara Ini Jadi ‘Surga’ Bagi Si Raja Rimba
Harimau Siberia diperkirakan tinggal 500 ekor (ist)

Rusia menjadi rumah bagi Harimau Siberia yang tangguh hidup di suhu ekstrem. Berdasarkan laporan National Geographic, populasi harimau di wilayah timur Rusia kini mencapai sekitar 500 ekor, termasuk anak-anak harimau.

Kawasan utama mereka berada di Primorsky Krai (Maritime Province). Populasi ini meningkat berkat hukum tegas terhadap pemburu liar serta konservasi berbasis komunitas.

  1. Cina — Harimau Selatan yang Hampir Punah

Harimau Selatan Cina, atau Amoy Tiger, kini menjadi salah satu subspesies paling langka di dunia. Pada tahun 1950-an, jumlahnya mencapai 4.000 ekor, namun kini hampir punah di alam liar.

Meski sejak 1977 perburuan telah dilarang, laporan terbaru menunjukkan hanya sekitar 150–200 ekor yang tersisa. Harapan kini bertumpu pada program penangkaran dan reintroduksi yang tengah dijalankan oleh organisasi konservasi di Cina.

  1. Nepal — Populasi Harimau yang Terus Naik

Nepal menjadi contoh sukses konservasi harimau di Asia Selatan. Berdasarkan data IUCN, populasi harimau di Nepal berhasil meningkat tajam, bahkan melampaui target nasional.

Pada 2022, jumlah harimau di Nepal mencapai lebih dari 250 ekor, meningkat 120 ekor dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan ini hasil kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan lembaga konservasi internasional.

  1. Bangladesh — Harimau Bengal di Hutan Mangrove

Hutan mangrove Sundarbans di Bangladesh adalah rumah bagi Harimau Bengal, salah satu subspesies paling terkenal di dunia. Populasinya meningkat dari 106 ekor (2015) menjadi 125 ekor (2024) berkat pengawasan ketat dan penggunaan kamera jebak.

Namun, ancaman perubahan iklim dan seringnya siklon masih menjadi tantangan besar bagi kelestarian mereka.

  1. Malaysia — Harimau Malaya Masih Berjuang Bertahan

Berbeda dengan negara lain, populasi Harimau Malaya di Malaysia justru menurun drastis. Berdasarkan data WWF-Malaysia dan Departemen Satwa Liar, jumlahnya kini kurang dari 150 ekor.

Ancaman terbesar datang dari perburuan liar, jerat, dan kehilangan habitat akibat pembangunan. Pemerintah Malaysia kini fokus memperkuat patroli dan melibatkan masyarakat dalam perlindungan satwa.

Si Raja Rimba Masih Punya Harapan

Dari India hingga Malaysia, perjuangan menjaga kelestarian harimau menunjukkan hasil yang beragam. India menjadi contoh sukses dunia dengan ribuan harimau yang kembali menghuni hutan mereka, sementara negara lain masih berjuang melawan ancaman modern.

Dengan upaya konservasi yang konsisten, teknologi pemantauan, serta dukungan masyarakat global, harapan masih ada agar auman harimau tetap menggema di hutan-hutan dunia di masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.