Ramadan 2026, Sekolah di Batam Mulai Pukul 08.00 WIB! Ini Aturan Lengkapnya

oleh -
oleh
Ramadan 2026, Sekolah di Batam Mulai Pukul 08.00 WIB! Ini Aturan Lengkapnya
Disdik Kota Batam telah menetapkan Jadwal belajar selama bulan Ramadhan tahun 2026 (ilustrasi/AI/disway)

LenteraKepri.com, Batam – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam resmi menetapkan jam belajar sekolah selama Ramadan 1447 Hijriah melalui pedoman Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026. Aturan ini mencakup penyesuaian jam masuk sekolah, pembelajaran mandiri, hingga jadwal Pesantren Ramadan dan libur Idul Fitri 2026.

Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, menegaskan keputusan tersebut wajib menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SKB, hingga PKBM di Kota Batam.

“Kalender pendidikan ini sudah kami tetapkan dan wajib menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Batam, terutama dalam pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan,” ujar Hendri, Rabu (11/2).

Jadwal Pembelajaran Februari–Ramadan 2026

Berdasarkan Keputusan Nomor 83/400.5.3.1/VI/2025, berikut rinciannya:

16–21 Februari 2026

Peserta didik melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat sesuai penugasan sekolah.

17 Februari 2026

Libur Tahun Baru Imlek

23–25 Februari 2026

Pelaksanaan Pesantren Ramadan secara tatap muka di sekolah masing-masing.

26 Februari–14 Maret 2026

Kegiatan belajar mengajar kembali normal.

16–28 Maret 2026

Libur Idul Fitri 1447 H

Sekolah kembali aktif pada Senin, 30 Maret 2026.

Jam Masuk Sekolah Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, jam belajar di Batam dimulai pukul 08.00 WIB dengan durasi pelajaran yang disesuaikan:

SD: Durasi dikurangi 5 menit per jam pelajaran
SMP: Durasi dikurangi 10 menit per jam pelajaran
PAUD: Pembelajaran mandiri di rumah sesuai program

Kelas I dan II SD: Belajar mandiri melalui penugasan guru
Kelas III–IX: Tetap tatap muka di sekolah

Pesantren Ramadan, Fokus Pembentukan Karakter

Untuk kegiatan Pesantren Ramadan, peserta didik dan tenaga pendidik dianjurkan mengenakan pakaian Melayu atau bernuansa Islami. Sekolah juga diminta mengemas kegiatan secara kreatif, menyenangkan, dan memperkuat nilai spiritual.

“Pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, tapi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai spiritual peserta didik,” tegas Hendri.

No More Posts Available.

No more pages to load.