LenteraKepri.com, Batam – Senyum sumringah, mata melirik kesana kemari, mungkin tidak pernah terbayangkan bagi mereka untuk bisa duduk dan menikmati makanan di hotel berbintang. Namun semua itu kini mereka rasakan, setelah diundang manajemen Hotel ibis Styles Nagoya Batam, Rabu (11/2/2026).
Mereka ialah generasi penerus bangsa yang terlahir tanpa punya orang tua, ataupun dari keluarga yang kurang mampu, hingga akhirnya harus menjalani kehidupan di panti asuhan. Seyogyanya, apa yang menjadi kebutuhan mereka, juga merupakan tanggungjawab bersama.
Tanpa kemewahan, mereka sampai di hotel itu dengan pakaian yang sederhana. Ada yang mengenakan pakaian layaknya sebagai santri, dan ada juga yang masih mengenakan pakai sekolah. Usia mereka beragam, ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga yang kini duduk di bangku SMA.
Baca: Oknum Guru SMKN 1 Batam Resmi Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak, Terancam 12 Tahun Penjara
Begitu masuk ke lobi hotel, mata mereka pun melirik ke sana kemari, melihat kemewahan dari interior hotel. Bahkan, ada juga yang langsung melirik kolam renang yang berada di bagian luar restoran.
Namun satu yang tidak mereka lupakan, mereka sangat santun. Didampingi oleh pengurus panti, mereka memasuki lift dan naik ke lantai 6 hotel, tempat kegiatan dilangsungkan. Begitu masuk, mereka pun duduk rapi ada kursi yang melingkari meja bundar yang telah disiapkan hingga acara dimulai.
Kehadiran mereka ini, sengaja diundang dalam kegiatan munggahan menjelang Menjelang Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah, yang bertajuk Kampoeng Ramadhan, Kampung Penuh Cerita dan Rasa dengan sejumlah anak panti asuhan.
Baca: Nyepi dan Lebaran 2026 Berdampingan, Libur 12 Hari, Saatnya Mudik dan Liburan
Munggahan atau dalam tradisi masyarakat Islam suku Sunda berarti menyambut datangnya bulan Ramadhan, sering dilakukan pada akhir bulan Sya’ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan).
Sebagai bentuk rasa syukur masih diberi kesempatan untuk menyambut Ramadhan tahun ini, sepiring pertama nasi tumpeng langsung dihadiahkan kepada perwakilan anak panti asuhan dengan usia paling muda.
Kali ini, ibis Styles Nagoya juga ingin berbagi dengan sesama, yakni memberikan santunan kepada anak panti asuhan yang berasal dari Panti Asuhan Ridho Ilahi Batuampar, Panti Al Aqsho dan Nurul Jannah di Kecamatan Bengkong.
Adapun selama Ramadhan, ibis Styles Nagoya Batam menghadirkan promo spesial untuk berbuka puasa dengan 99 jenis item menu yang setiap harinya atau Minggunya berganti.
Promo aneka hidangan prasmanan mulai dari takjil kolak, es campur, cendol, kurma dan jajanan pasar lainnya. Sementara disajikan juga menu Nusantara seperti ayam serundeng, ayam rica kemangi, gulai pukis, brownies panggang, hingga lapis malang.
Baca: Limbah B3 Cemari Pulau Dangas, 7.000 Nelayan Batam Menjerit, HNSI Siap Laporkan ke Polda Kepri
Menu-menu di atas dapat dinikmati dengan harga Rp199.000 per orang. Selain itu, ibis Styles Nagoya Batam menawarkan paket beli 10 bayar 9.
“Kita juga ada ruangan privat bagi yg butuh privasi. Kami juga ada paket valentine, dan untuk menunya berganti-ganti setiap harinya (99 item menu, red),” ujar Dona Yohana, General Manager (GM) ibis Styles Nagoya Batam.
Ia berharap ibis Styles dapat memberikan pengalaman bersantap dan kebersamaan yang berkesan bagi para tamu, khususnya anggota All Accor.
Untuk reservasi dan pemesanan lebih lanjut bisa menghubungi ke nomor +62822-2564-3135 atau email ke marcommisbn@gmail.com.
Pada kesempatan itu, kegiatan juga dibarengi dengan pembenrian tausiyah oleh Ustaz Mhd Hudawi dengan judul ceramah Cara Menghadapi Bulan Suci Ramadhan.
Baca: Musim Kemarau Masuk, Pemko Batam Keluarkan Peringatan Dini Karhutla, Warga Dilarang Bakar Sampah
Dalam kultum singkatnya, Ustaz Mhd Hudawi kembali mengingatkan apa itu puasa dalam Islam.
Lalu hal-hal yang membatalkan pahala puasa hingga berbagai amalan-amalan baik yang bisa dilakukan selama berpuasa.
“Marhaban Yaa Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi segenap jajaran manajemen ibis Styles Nagoya Batam. Semoga ibadah puasa kita nanti mendapat ridha dari Allah Ta’ala dengan meraih ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala,” ujar sang Ustaz.






