LenteraKepri.com, Batam – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics & Forwarders Association (ALFI/ILFA) DPC Kota Batam menggelar silaturahmi bersama instansi pemerintah dan aparatur negara, Jumat (24/11/2023).
Berlokasi di auditorium lantai 2 Swissbel Harbourbay, Kota Batam, kegiatan ini digelar sebagai bentuk pertahanan logistik dalam memacu pertumbuhan ekonomi secara nasional dan Kota Batam secara khusus.
Ketua ALFI/ILFA DPC Batam Apin Maradonal, mengatakan, kegiatan ini merupakan sinergi antara pihaknya bersama instansi pemerintah dan aparatur negara dalam menjaga arus lalu lintas barang.
Baca: Danrem 033/WP Pimpin Apel Gelar Pasukan, Riabuan Prajurit TNI Siap Lakukan Pengamanan Pemilu 2024
“Tujuan kita di sini, untuk membahas situasi logistik yang saat ini mengalami penurunan. Ditambah beberapa waktu lalu Danrem 033/WP Brigjen TNI JIMMY WATUSEKE juga menanyakan situasi ini,” ujar Apin, kepada awak media.
Dari sini muncul ide dari Alfi untuk merangkul para pengusaha dan masyarakat semuanya. Serta, Danrem mencoba menfasilitasi kepada para aparatur negara untuk bersinegri bersama.
“Batam adalah kota yang kecil namun memiliki banyak berbagai macam suku, budaya dan agama, selama ini sudah terjalin dengan baik. Makanya ekosistem pertama yang harus kita jaga dan perhatikan,” ungkapnya.
“Bukan tanpa dasar, Batam tidak memiliki sumber daya alam, kita hanya memiliki sumber daya manusia. Sehingga kita harus benar-benar memanfaatkan kondisi potensial Kota Batam ini dengan baik,” lanjutnya.
Baca: Pra Peradilan Ditolak, Proses Hukum 30 Tersangka Kerusuhan di Kantor BP Batam Terkait Rempang Lanjut
Dengan kata lain, ia mewanti-wanti jangan sampai salah satu kebijakan nasional yang dibuat tanpa melihat potensi daerah, takutnya kearifan lokal yang tidak dijaga membuat kota Batam yang dipenuhi para perantau ini jadi sepi, akibat masyarakatnya malah kembali ke daerah masing-masing.
“Yang ada tidak lagi banyak masyarakat di sini sehingga membuat hitung-hitungan logistik untuk biaya hidup itu makin besar,” tuturnya.
Ia menjelaskan, ketika bahan makanan pokok yang datang berkurang dalam satu pelayaran, hal itu akan menyebabkan biaya sangat tinggi. Namun sebaliknya, ketika satu pelayaran penuh muatan, bisa membuat harga itu murah.
“Ini akan berdampak nantinya pada harga jual di pasaran yang tinggi. Kita juga ketahui Batam mengandalkan pariwisata dari luar negeri yang datang berkunjung. Batam dikenal dengan harga kompetitif, sehingga mereka mau membelanjakan uangnya di Batam,” jelasnya.
“Dengan kata lain, misalnya warga Singapura dengan bawa uang sekitar 300 hingga 400 dolar saja, mereka sudah menikmati berbagai pelayanan di Kota Batam,” tambahnya lagi.
“Efeknya ke kita di sini, perputaran uang tentu akan berjalan. Jadi adanya potensi itu harus betul-betul kita jaga,” tuturnyam
Dirinya juga sangat mengapresiasi atas sinergitas yang terjalin dengan aparatur negara serta pemerintahan. Hadirnya TNI Polri yang mempertahankan kedaulatan NKRI ini, juga untuk menunjukkan bahwa Batam ini aman sehingga bisa nyaman melakukan arus lalu lintas mata rantai logistik kepada masyarakat maupun ke pabrik.
“Intinya jangan sampai kita putra daerah malah tidak dapat melihat potensi di daerah sendiri,” tegasnya.
“Harapan kita dengan agenda kali ini, kita publikasikan, kita tampilkan, akan membuat para investor maupun kita merasa nyaman dan logistik kembali bangkit lagi,” tutupnya.







