LenteraKepri.com, Batam – Kabar menenangkan datang bagi masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Gubernur Kepri Ansar Ahmad memastikan distribusi dan ketersediaan pangan di wilayah Kepri dalam kondisi aman dan lancar, dengan stok beras mencapai 10 ribu ton.
Ansar mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan dan Satgas Pangan, stok beras medium, premium, hingga beras SPHP Bulog masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026.
“Stok beras di Kepri sekarang cukup hingga Idul Fitri 2026,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Senin (15/12/2025).
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kepri bersama Satgas Pangan terus melakukan pengawasan dan pengendalian harga beras di pasaran. Ansar juga menegaskan bahwa beras yang beredar di Kepri merupakan produk lokal, sehingga aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat.
Tak hanya beras, Pemprov Kepri juga memantau ketersediaan komoditas pangan lain, seperti sayur-mayur dan cabai. Distribusi dua komoditas ini sempat terganggu akibat banjir di daerah pemasok Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kepri memperkuat kerja sama pasokan pangan dengan Jawa Timur, mencakup cabai, bawang, hingga ayam beku.
Kerja sama tersebut telah dituangkan dalam kontrak antara pengusaha bahan pokok Kepri dan Jawa Timur dengan nilai mencapai Rp4 triliun per tahun.
“Kerja sama terbesar adalah pengadaan ayam beku, nilainya mencapai Rp1 triliun,” jelas Ansar.
Ansar mengakui, kondisi geografis Kepri yang 96 persen wilayahnya berupa laut membuat daerah ini belum mampu memenuhi kebutuhan pangan dari sektor pertanian secara mandiri. Karena itu, pasokan bahan pangan masih bergantung pada daerah lain.
Meski demikian, untuk kebutuhan skala kecil, Pemprov Kepri bersama masyarakat mendorong gerakan menanam cabai sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga.







