LenteraKepri.com, Batam – Citra jaksa yang identik dengan ruang sidang mendadak berubah di bulan suci Ramadan. Menjelang azan Magrib, Rabu (25/2), jajaran Kejaksaan Negeri Batam turun langsung ke jalan, membaur dengan masyarakat dan berbagi takjil gratis kepada para pengendara.
Aksi sederhana itu membuat arus lalu lintas di depan kantor Kejari Batam melambat sejenak. Bukan karena razia, melainkan ratusan paket makanan berbuka yang dibagikan kepada pengendara sepeda motor dan sopir mobil yang belum sempat tiba di rumah saat waktu berbuka kian dekat.
Dalam waktu kurang dari lima menit, sekitar 400 paket takjil ludes dibagikan. Senyum dan ucapan terima kasih mengalir dari para pengendara, menandai momen kebersamaan antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Batam serta jajaran pejabat struktural. Tanpa sekat formal, mereka berdiri di tepi jalan, menyapa warga dan menyerahkan takjil secara langsung.
“Jaksa bukan hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat. Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan mendekatkan diri dengan rakyat,” ujar Wayan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Kejari Batam untuk membangun hubungan yang lebih humanis dan membumi, sekaligus menepis jarak antara lembaga penegak hukum dan masyarakat.
Pembagian takjil ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadan keluarga besar Kejari Batam. Selain turun ke jalan, jajaran kejaksaan juga menggelar tausiah dan pembinaan rohani di Aula Sasana R. Soeprapto sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan kebersamaan internal.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus, menyebut kegiatan berbagi tersebut telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat.
“Ini cara kami menyapa rakyat secara langsung. Sederhana, tapi penuh makna,” katanya.
Di tengah kesibukan dan tugas penegakan hukum, momen berbagi itu menghadirkan pesan kuat: jaksa tidak berjarak dengan rakyat. Beberapa menit kemudian, azan Magrib berkumandang. Jalanan kembali lancar, namun kehangatan Ramadan tetap terasa.







