Wanita Cantik Asal Lampung Diduga Tewas Usai Disiksa di Batam, Polisi Dalami Peran Terduga Pelaku

oleh -
Lampung
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

LenteraKepri.com, Batam – Seorang wanita muda bernama Dwi Putri Aprilian Dini (25), asal Lampung, diduga menjadi korban pembunuhan. Ia diduga meninggal di sebuah mess di Jodoh Permai Blok D 28 pada Sabtu (29/11/2025). 

Mess tersebut diperuntukkan sebagai tempat tinggal para perempuan yang dijadikan ladies companion (LC) atau pemandu lagu di salah satu tempat hiburan ternama di Kota Batam dari agency bernama MK.

Informasi yang didapat, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung, oleh dua orang bernama Wilson dan Meylika, dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Melihat kondisi tersebut, pihak rumah sakit merasa curiga dan langsung menghubungi kepolisian.

Kuat dugaan, korban meninggal setelah mendapat penyiksaan serta terduga pelaku berniat ingin menutupi perbuatannya dengan membawa korban ke rumah sakit yang berada jauh dari mess tempat korban ditemukan meninggal. Sebab, mess tersebut berada di kawasan Batuampar, dan korban malah dibawa ke daerah Sagulung.

Baca: Tragedi Kelam di Lembah Anai! Tujuh Jenazah Ditemukan, Padang–Bukittinggi Lumpuh Total!

Namun upaya tersebut tetap tercium. Saat ini, Polsek Batuampar juga telah mengamankan kedua orang tersebut. Wilson sendiri diduga menjadi bos agency dan Meylika diduga sebagai mami untuk para LC di agency tersebut.

Kakak kandung korban, Melia Sari, kepada LenteraKepri.com mengatakan, sangat tidak terima dengan kepergian adiknya dengan kondisi yang tidak wajar itu. Ia meminta kepolisian untuk bisa mengusut tuntat kasus ini.

Apalagi, ia banyak menerima pesan pribadi atau direct message (DM) di media sosial yang menerangkan bahwa adiknya meninggal karena mendapat siksaan.

“Banyak yang DM saya dan mengatakan kalau adik saya disiksa di mess itu. Ada yang mengaku pernah jadi korban juga, dan merasa simpati, ingin membongkar kekejaman dua orang itu (Wilson dan Meylika),” ucap Melia, saat dihubungi melalui sambungam telepon, Minggu (30/11/2025).

Penyiksaan tersebut diduga tidak hanya dialami oleh adiknya, namun pihak yang memberikan informasi kepada dirinya juga menyatakan terdapat 9 orang yang disekap dan disiksa di mess tersebut, termasuk adiknya.

Selain itu, ia juga membantah bahwa adiknya bekerja sebagai LC. “Adik saya baru masuk ke agency itu. Setelah mengetahui pekerjaannya sebagai LC, dia langsung ingin keluar. Namun dia dimintai uang pinalti kalau mau keluar hingga mendapatkan penyiksaan dan disekap. Ini saya dapat dari orang yang DM saya, yang mengaku mengetahui cerita sebenarnya yang dialami adik saya,” jelasnya.

Melia menerangkan, menurut cerita dari orang yang menghubunginya, begitu adiknya baru sampai di mess tersebut, langsung dicekoki narkoba, minuman keras, serta obat-obatan lainnya.

“Semua dilakukan di mess itu. Bagi siapa saya yang baru bergabung, pasti akan dicekoki narkoba, minuman keras dan obat-obatan lainnya. Itu diakui oleh orang yang DM saya, dan juga pernah mengalaminya,” ulangnya lagi.

Saat ini, dirinya bersama keluarga di Lampung, tengah menanti jenazah korban yang dijadwalkan akan diberangkatkan dari Batam untuk dibawa ke kampung halaman.

“Suami saya yang langsung datang ke Batam dan mendampingi kepulangan jenazah adik saya. Jam 9 ini jadwalnya akan diterbangkan dari Batam,” aku Melia.

Sementara Kapolsek Batuampar, Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, saat dikonfirmasi terkait kronologis kejadian belum mau berkomentar banyak. Hal itu dikarenakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku.

“Sabar ya bang. Para terduga pelaku masih kami dalami untuk perannya masing-masing, supaya informasi yang bisa saya kasih nanti sudah utuh,” jawabnya melalui pesan Whatsapp, Minggu malam.

No More Posts Available.

No more pages to load.