LenteraKepri.com, Batam — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Batam sejak Selasa (2/12) pagi membuat Direktorat Samapta Polda Kepri langsung meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai langkah respons cepat, Tim Pengendalian Massa (Pammat) diterjunkan untuk memantau potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di lima kecamatan yang masuk kategori rawan bencana.
Patroli kesiapsiagaan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dengan menyisir wilayah Batuampar, Batam Kota, Jodoh, Baloi, dan Nongsa. Satu unit kendaraan taktis (rantis) SAR dilengkapi peralatan penanganan darurat turut memperkuat operasi.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, menyebut peningkatan curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengharuskan aparat turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada ancaman keselamatan masyarakat.
“Patroli ini untuk memastikan situasi tetap aman. Kami memeriksa lokasi rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang agar jika ada potensi bahaya bisa segera ditangani,” tegasnya.
Memantau Ketinggian Debit Air
Petugas turut melakukan pemantauan debit air di kawasan permukiman rawan tergenang serta memeriksa saluran air yang kerap tersumbat saat curah hujan tinggi.
“Saluran air diperiksa untuk mengantisipasi penyumbatan dan mencegah genangan yang bisa mengganggu aktivitas warga,” lanjutnya.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan pada titik-titik yang memiliki pohon berukuran besar dengan kondisi rentan roboh akibat terpaan angin.
Di kawasan Sambau, Nongsa, tim sempat menemukan genangan air yang membuat arus lalu lintas tersendat. Personel langsung memastikan aliran air kembali lancar sehingga kendaraan dapat melintas normal.
Meski cuaca sempat memburuk, hasil patroli memastikan situasi Kota Batam masih aman. Tidak ditemukan kejadian banjir besar, pohon tumbang, maupun tanah longsor selama operasi berlangsung.
Kombes Joko menegaskan patroli kesiapsiagaan akan terus digelar selama potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
“Kami siap bergerak kapan pun. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” ujarnya.
Polda Kepri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi bahaya seperti pohon miring, air mulai naik, atau drainase tersumbat.
“Kami membuka kanal laporan dari warga agar potensi gangguan dapat diminimalkan sedini mungkin,” tambahnya.








