LenteraKepri.com, Batam – Dunia keimigrasian di Kota Batam kembali diguncang kabar mengejutkan. Seorang oknum pegawai Imigrasi Batam ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) dalam operasi di Grand Dragon Pub & KTV, kawasan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja.
Penangkapan dilakukan beberapa hari lalu dan langsung menyita perhatian publik, lantaran pelaku merupakan pegawai negeri sipil (PNS) aktif di lingkungan Kantor Imigrasi Batam.
Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan sejumlah barang bukti narkoba yang diduga milik oknum tersebut. Usai diamankan, pelaku langsung digelandang ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Subdit III Ditresnarkoba.
“Iya, benar. Oknum pegawai negeri sipil di salah satu instansi pemerintah,” ujar Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Meski demikian, Anggoro belum membeberkan secara detail jenis narkoba yang ditemukan maupun status hukum terbaru dari pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pegawai berinisial Ap itu diketahui bertugas di Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batam.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, membenarkan bahwa pegawai yang dimaksud merupakan bawahannya.
“Iya, benar. Pegawai kami yang bertugas di Pelabuhan Internasional Harbour Bay. Kami menghormati dan mendukung setiap proses penegakan hukum,” ujar Hajar Aswad kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Hajar menegaskan bahwa pihaknya akan kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Ia juga menambahkan, Kantor Imigrasi Batam berkomitmen menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum oleh pegawainya.
Sementara itu, sumber internal menyebutkan bahwa oknum tersebut diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polda Kepri.
Kasus ini menambah panjang daftar penangkapan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Batam yang terjerat kasus narkoba. Polisi memastikan akan mengusut tuntas jaringan yang terkait dengan penangkapan ini.






