LenteraKepri.com, Batam – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad S.E., M.M., turut serta menghadiri konferensi pers, dan pemusnahan 1,3 ton ketamine, yang dilaksanakan di Mako Kodaeral IV TNI AL Batam, di Tanjung Sengkuang, Rabu (12/8/2026).
Gubernur Ansar mnyampaikan apresiassi atas keberhasiltan TNI AL, menangkap penyeludupan 1,3 ketamine, yang diangkut MV King Sun. Gubernur turut prihatin dengan banyaknya barang-barang psiktropika, dan zat terlarang ilegal yang masuk melalui perairan Kepulauan Riau, dalam jumlah fantastis.
Menurut Gubernur, wilayah Kepri rentan penyeludupan disebabkan posisi Kepri berada diperairan laut terbuka, dan jalur laut internasional yang setiap hari dilalui berbagai jenis kapal.
“Provinsi Kepri ini wilayahnya terdiri dari perairan yang luas. Banyak kapal-kapal melalui wilayah perbatasan Kepri,” kata Gubernur Ansar Ahmad, kepada para wartawan di konferensi pers tersebut.
Meski demikian, Gubernur Ansar sangat berharap barang-barang psikotropika dan zat terlarang lainnya tidak menyebar luas di masyarakat.
Untuk itu, jelas Ansar, Pemprov Kepri akan mengerakkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, dan zat adektif lain, seperti ketamine.
“Langkah dan strategi yang akan kita lakukan adalah dengan mengerakkan OPD-OPD yang ada, agar bagaimana ini tidak menyebar dan disalahgunakan oleh masyarakat,” terang Ansar.
Dikesempatan itu, Gubernur Ansar Ahmad juga menyampaikan himbauan agar masyarakat, dan generasi muda, tidak larut dan terjebak dalam penyalahgunaan zat terlarang, serta dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat.







