LenteraKepri.com, Pahang – Komitmen memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Negeri Pahang, Malaysia, kini memasuki babak baru yang lebih konkret dan menjanjikan. Melalui Business Gathering bertajuk “Exploring Business Opportunities with Indonesia” yang digelar di Swiss-Belhotel Kuantan, peluang kolaborasi lintas negara ini diproyeksikan akan semakin agresif di tahun 2026.
Acara yang diinisiasi oleh KJRI Johor Bahru ini menjadi momentum strategis untuk memetakan ulang arah kerja sama ekonomi kawasan, sekaligus membuka pintu investasi yang lebih luas antara pelaku usaha Indonesia dan Pahang.
Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, menegaskan bahwa hubungan historis dan budaya yang telah terjalin erat kini harus ditingkatkan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.
“Indonesia hadir bukan sekadar sebagai pasar, melainkan mitra strategis yang stabil. Kami menawarkan potensi pembangunan integrated supply chain yang saling melengkapi dengan struktur industri di Pahang,” tegasnya.
Senada dengan itu, Mohamad Nizar bin Mohamad Najib selaku Exco Investasi Negeri Pahang menyebut kolaborasi ini sebagai langkah cerdas menghadapi ketidakpastian global. Menurutnya, memperkuat hubungan dengan Indonesia adalah strategi logis untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan.
Tak hanya wacana, KJRI Johor Bahru juga memaparkan dua pilar utama yang digadang-gadang menjadi game changer bagi dunia usaha:
- Konektivitas Logistik Lebih Cepat dan Murah
Rencana percepatan jalur feri Roll-on/Roll-off (RoRo) rute Dumai–Melaka dan Batam–Johor diprediksi mampu memangkas biaya logistik secara signifikan. Ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang selama ini terbebani biaya distribusi tinggi. - Transaksi Tanpa Dolar AS
Melalui skema Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Malaysia, transaksi bisnis kini bisa menggunakan Rupiah dan Ringgit. Langkah ini dinilai mampu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan finansial kedua negara.
Lebih jauh, kedua pihak sepakat untuk menjajaki pembentukan Forum Bisnis Pahang–Indonesia. Forum ini akan menjadi wadah permanen untuk mempertemukan pelaku usaha, mempercepat business matching, hingga mendorong realisasi investasi konkret.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Bahagian Perancang Ekonomi Negeri Pahang serta melibatkan berbagai entitas strategis, mulai dari asosiasi bisnis hingga badan usaha milik negeri.
Dengan kolaborasi yang melibatkan sektor publik dan swasta secara luas, Business Gathering ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi bertransformasi menjadi kerja sama nyata dalam bentuk kontrak bisnis yang memperkuat ketahanan ekonomi regional.
Jika semua rencana ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin Indonesia dan Pahang akan menjadi poros baru kekuatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.







