LenteraKepir.com, Batam – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang pendidikan menengak sudah ditutup pada Sabu, 3 Oktober 2026.
SMP 1 Kudus, Jawa Tengah, meraih Juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 melalui tari kreasi berjudul Begar Anantadaru.
Karya lima siswa tersebut mengangkat suasana Dandangan Pasar Rakyat dari budaya lokal Kudus, yang diumumkan Jumat (2/10/2026) secara online.
Kepala SMP 1 Kudus Abdul Rochim mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil persiapan bersama antara sekolah, orang tua, dan pelatih. ”Begitu juknis ada, kami bedah juknis, kemudian mencari ide. Kami berkumpul bersama, menentukan tema, terus siswa berkreasi,” katanya, Sabtu (3/10/2026).
Sekolah mendatangkan pelatih dari Semarang untuk membantu proses kreatif dan melatih para siswa. Latihan intensif dilakukan sekitar enam bulan.
Pada awalnya, sekolah menyiapkan tiga penari seperti tahun sebelumnya. Namun, ketentuan peserta tahun ini berubah menjadi lima siswa.
Sekolah kemudian melakukan penjaringan hingga terpilih Andika Hendratmanto, Cecilia Agnesia, Samara Zara, Felicia Calista, dan Ganendra Geishan.
Sebelum tahapan berikutnya, sekolah melakukan pembenahan penampilan dan meminta masukan ahli.
”Setelah itu kami pembenahan lagi. Kami lihatkan kepada ahli, kira-kira kurangnya apa. Begitu sudah selesai, kemudian kami pembenahan lagi untuk persiapan berikutnya,” jelas Rochim.
Guru pendamping tari SMP 1 Kudus, Novy Eka Norharyani mengatakan, persiapan tim secara keseluruhan berlangsung sekitar enam bulan.
Sekitar satu bulan digunakan untuk mencari dan menyeleksi siswa, kemudian dilanjutkan latihan intensif.
Menurutnya, pemilihan siswa mempertimbangkan prestasi yang telah dimiliki sejak sekolah dasar. Seleksi dilakukan bertahap hingga diperoleh lima siswa yang dinilai sesuai untuk membentuk satu tim.
”Memang dari mulai SD itu sudah ada prestasi yang dia miliki. Kemudian kita seleksi, dipilah-pilah, kemudian menemukan beberapa siswa, kemudian dipilah lagi, dan mendapat lima ini,” ujarnya.
Tantangannya menyatukan karakter dan kondisi masing-masing siswa. Kehadiran anggota yang tidak selalu bersamaan membuat proses latihan harus terus disesuaikan, sementara waktu menuju perlombaan terus berjalan.
”Menyatukannya itu butuh waktu. Kadang ada latihan sehari-dua hari, ada satu yang berangkat, satu yang enggak. Waktu terus berjalan, jadi mau tidak mau mereka setiap pagi sampai siang memang diforsir untuk berlatih,” katanya.
Dukungan Sekolah
Novy menambahkan, sekolah memberikan waktu khusus bagi siswa untuk mengikuti latihan menjelang perlombaan.
Mereka tetap diwajibkan menyelesaikan tugas pembelajaran yang tertinggal. Dukungan orang tua juga berjalan bersama sekolah dan pelatih.
Karya Begar Anantadaru mengangkat keramaian Pasar Rakyat Dandangan sebagai gambaran aktivitas masyarakat Kudus.
Konsep tersebut menjadi cara para siswa membawa tradisi lokal ke dalam pertunjukan tari kreasi.
”Saat pengumuman SMP 1 Kudus tari kreasinya menorehkan prestasi di tingkat nasional, para siswa menangis terharu dengan perjuangan dan usaha mereka selama ini,” imbuh Novy.
Berikut beberapa pemenang FLS3N 2026, antara lain:
- Anarka Queen Al Ghany Oktal (Kikan) Siswi SMPN 1 Padang Panjang meraih Juara 1, dan medali emas cabang Lomba Menulis Cerita (Menulis Cerpen) jenjang SMP/MTs Tingkat Nasional.
- SMP 1 Kudus – Meraih Juara 1 Jenjang SMP cabang Lomba Tari Kreasi lewat penampilan tarian berjudul “Begar Anantadaru”.
- Muhammad Teguh Habibi & Syauqi Rabbani Syarka – Siswa dari MTsN 1 Kota Pekanbaru meraih Juara 2 Pantomim Tingkat Nasiona.
- SMP Negeri 1 Cimahi (Aisyah Nailaa P. D. & Gelsi Fadiasyahra F.) – Juara 1 Pantomim Tingkat Nasional.
- SMP Negeri 18 Kota Jambi – Juara Harapan I Nasional Pantomim (oleh Aqila Zahwa Affani dan Suci Ramadhini)
- SMP Islam Al-Falah Jambi: Peraih Juara 1 Nasional cabang Menyanyi Solo atas nama Almira Aina Mahya.
- Ananda Rajendra Al Gibran Andreanse, SD Muhammadiyah 1 Alternatif (SD Mutual 1) Kota Magelang meraih medali emas Cabang Mendongeng.






