Viral CCTV Internal! Kepala Bea Cukai Batam Terseret Dugaan Kekerasan terhadap Penyidik, Ini Klarifikasinya

oleh -
oleh
Viral CCTV Internal! Kepala Bea Cukai Batam Terseret Dugaan Kekerasan terhadap Penyidik, Ini Klarifikasinya
CCTV internal Bea Cukai yang menunjukan adanya tindakan kekerasan, beredar luas (tangkapan layar)

LenteraKepri.com, Batam – Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga memperlihatkan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, melakukan tindakan kekerasan terhadap bawahannya, viral dan memicu kegelisahan publik.

Video tersebut beredar luas, mulai dari internal institusi hingga ke masyarakat umum. Hal ini menimbulkan sorotan tajam terhadap iklim kerja di lingkungan lembaga negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam rekaman itu diduga terjadi pada Rabu, 27 November 2025 sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi kejadian berada di ruang rapat lantai 3 Kantor Bea Cukai Batam.

Korban disebut berinisial RI. Dia seorang penyidik Bea Cukai yang berada langsung di bawah garis komando pejabat bersangkutan.

Apabila rekaman tersebut terbukti autentik, maka kasus ini dinilai bukan sekadar persoalan personal, melainkan mengarah pada indikasi serius penyalahgunaan wewenang (abuse of power).

Dugaan kekerasan yang dilakukan atasan terhadap bawahan di jam kerja dan dalam ruang kantor pemerintahan menimbulkan pertanyaan besar terkait budaya kepemimpinan, pengawasan internal, serta perlindungan pegawai di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sejumlah pihak menilai peristiwa ini berpotensi melanggar disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), kode etik jabatan, hingga membuka ruang dugaan tindak pidana kekerasan. Terlebih bila korban mengalami luka fisik.

Klarifikasi Bea Cukai Batam

Menanggapi viralnya rekaman CCTV tersebut, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak Bea Cukai menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukan merupakan tindakan penganiayaan, melainkan bentuk pembinaan disiplin di tengah tekanan kerja yang tinggi.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung saat tim tengah menangani sejumlah kasus secara maraton.

“Situasi saat itu sangat padat dan penuh tekanan. Teguran disampaikan karena ada penyidik yang tidak sesuai dengan arahan Kepala Kantor terkait lokasi pemeriksaan guna efektivitas pengawasan,” ujar Evi di Batam, Rabu (17/12/2025).

Ia mengakui bahwa teguran memang disampaikan dengan nada keras, mengingat kondisi kerja yang sedang sangat sibuk dan membutuhkan kepatuhan penuh terhadap instruksi pimpinan.

Evi menambahkan bahwa pimpinan dan penyidik yang terlibat telah sepakat melakukan perbaikan komunikasi serta hubungan kerja di internal institusi agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara terkait kebocoran rekaman CCTV internal ke ruang publik, Bea Cukai Batam menyatakan tengah melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami masih menyelidiki apakah ada keterlibatan pihak internal maupun eksternal dalam penyebaran rekaman tersebut,” tegas Evi.

Kasus ini pun menjadi bahan evaluasi serius bagi Bea dan Cukai Batam dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan tata kelola kepemimpinan ke depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.