Wagub Kepri Nyanyang Tinjau SMKN 8 Batam

oleh -
oleh

LenteraKepri.com, Batam – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, meninjau SMK Negeri 8 Batam, Selasa, 29 September 2026.

Di sekolah yang terletak di Bengkong Sadai itu, Wagub Kepri melihat siswa mengikuti pembelajaran di depan koridor kelas.

Kepala SMKN 8 Batam, Soleha Nurul Bahriyah, mengatakan terdapat 6 kelas yang bergantian harus menggunakan area koridor untuk tempat belajar. Penyebabnya, kata Soleha, terjadi akibat lonjakan jumlah peserta didik tahun ajaran 2026/2027.

“Sebelumnya, sekolah hanya menerima sekitar 13 rombongan belajar (rombel), namun tahun ini menampung sebanyak 23 rombel,” kata Soleha.

Seiring dengan bertambah rombongan belajar, kata Soleha lagi, sekolah kekurangan guru pengajar. “Jadi solusi sementara sembari menunggu adanya guru baru, kita belajar di luar, kita manfaatkan koridor,” ucap Soleha.

Kegiatan mengajar daan belajar pada koridor,sebut Soleha, telah dilakukan sejak Agustus 2026. Namun, tidak semua siswa belajar pada luar secara bersamaan, tetapi dilakukan secara bergantian.

Setiap kelas berisikan sekitar 38 hingga 40 siswa. Jumlah murid yang terdampak pada 1 sesi bisa mencapai ratusan siswa, walaupun tidak seluruhnya melakukan pembelajaran di koridor pada waktu bersamaan.

Soleha menyebutkan, pihaknya sempat melakukan solusi sementara berupa pembelajaran daring. Namun, sejumlah pihak orang tua murid menyampaikan keberatan, karena aktivitas belajar anak lebih sulit terpantau akibat dilakukan secara daring.

”Belajar daring dikeluhkan orang tua tidak terkontrol, dan anak tidak maksimal, jadi lebih bagus belajar disekolah, meski di koridor,” ucapnya.

Keterbatasan ruang praktik juga menjadi persoalan. SMKN 8 memiliki 3 konsentrasi keahlian yang belum memiliki ruang praktik, yang mengakibatkan siswa harus menunggu bergantian untuk menggunakan fasilitas praktik.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan lonjakan jumlah peserta didik di SMKN 8 diakibatkan bertambahnya peserta didik yang berasal dari limpahan penerimaan siswa SMKN 5 dan SMKN 1 Batam. Sehingga, yang seharusnya 400 siswa, saat ini menjadi 900 siswa.

”Maka harusnya kita mempunyai 32 kelas, tapi kita sekarang hanya 23 kelas, minus kita 9 kelas,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

Menurutnya, kebutuhan ruang kelas dapat ditekan pihak sekolah dengan melakukan sistem 2 shift. Selain itu, untuk kebutuhan ruang praktik siswa seperti jurusan pengelasan dan otomotif, Nyanyang mengatakan, kebutuhan tersebut bisa ditekan juga melalui sistem 2 shift tersebut.

”Kalau kita dua shift cukup hanya enam kelas saja,” ucapnya.

Nyanyang menjelaskan, kompetensi pengelasan menjadi bidang yang banyak diminati karena berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di Batam dan Kepri. Pemprov Kepri, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dapat mempercepat penambahan ruang kelas baru pada SMKN 8 Batam.

”Tahun ini kita mendapatkan 100 miliar untuk ruang kelas baru, semoga kita bisa terbangun di SMK yang menjadi prioritas di Kota Batam dan Provinsi Kepri,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan fenomena kelebihan jumlah siswa adalah dampak tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Sehingga, pemerintah berupaya dalam mengatur kembali jumlah rombel agar sesuai dengan kapasitas sekolah dan mendorong penerapan sistem 2 shift.

”Kalau sudah dua shift, insyaAllah ini selesai sebenarnya,” ujar Andi Agung.

Ia menambahkan, Pemprov Kepri terus berupaya melakukan pembangunan dan penambahan fasilitas pendidikan. Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan program revitalisasi sejumlah SMA/SMK di Kota Batam, termasuk dengan 4 ruang kelas baru di SMKN 8 yang masuk pada program revitalisasi pada tahun 2025.

Pemprov Kepri juga telah memulai pembangunan 2 SMK Negeri baru di Kota Batam. Yaitu, SMKN 13 berlokasi di Tanjung Buntung, dan SMKN 14 berlokasi di Tanjunguncang.

”Sebagai bagian dari upaya mengantisipasi tingginya kebutuhan daya tampung pendidikan vokasi,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.