Darurat Sampah di Batam! Zona Pembuangan Ditutup, Wali Kota Amsakar: Ini Masalah Lama

oleh -
Darurat Sampah di Batam! Zona Pembuangan Ditutup, Wali Kota Amsakar: Ini Masalah Lama
Wali Kota Amsakar meninjau TPA Punggur Batam beberapa waktu lalu (dok mc batam)

LenteraKepri.com, Batam — Kota Batam resmi memasuki fase darurat sampah. Setelah Zona A TPA Punggur ditutup total oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akibat pelanggaran sistem pengelolaan lingkungan, kemampuan kota dalam membuang sampah kini nyaris lumpuh.

Antrean panjang truk pengangkut sampah tak terelakkan. Penumpukan terjadi di berbagai permukiman dan jalan utama. Hal ini memicu keresahan warga.

Amsakar: “Masalah Lama yang Dibiarkan Menumpuk”

Wali Kota Batam Amsakar Achmad angkat bicara. Ia menyebut krisis ini merupakan akumulasi persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Anehnya ini sudah berjalan enam tahun relatif tidak ada problem. Kenapa tahun ketujuh eskalasinya seperti ini?” ungkap Amsakar, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan, TPA Punggur belum menerapkan sanitary landfill, metode wajib yang menimbun sampah dengan tanah secara berkala.

Sebaliknya, Batam bertahun-tahun memakai sistem dumping — sampah dibuang begitu saja tanpa pemadatan dan penimbunan.

Akibatnya, tumpukan sampah di Zona A dan B kini mencapai 20 meter, atau sekitar 7,5 juta ton.

Ketika KLH menjatuhkan penalti, Zona A langsung disegel. Ruang pembuangan menyempit, alur kendaraan tersumbat, armada mengular menunggu giliran pembuangan.

“Ini problem serius. Pembuangan kita sangat terbatas,” tegasnya.

Serangkaian Upaya Darurat Dilakukan

Sebelum masuk tahap kritis, Pemko Batam mengaku sudah melakukan sejumlah langkah:

  1. Sayembara kebersihan
  2. Apel kendaraan operasional
  3. Pemeriksaan langsung armada di Sagulung dan Batu Aji
  4. Apel 974 petugas kebersihan
  5. Tambahan alat operasional:
  6. 20 bin kontainer baru
  7. 14 arm-roll baru beroperasi
  8. Bulldozer tambahan lewat APBD-P

Selain itu, Pemko menggandeng pengusaha lokal untuk penyediaan fasilitas serta mendukung insinerator yang masih tahap uji coba.

Namun, upaya ini belum cukup menghentikan penumpukan.

Task Force Darurat Sampah Dibentuk

Untuk mempercepat solusi, Pemkot membentuk task force khusus dipimpin Asisten Kesra Yusfa Hendri. Tim difokuskan pada:

  1. Optimalisasi armada kecamatan
  2. Perbaikan manajemen TPS
  3. Pembangunan jalur lingkar TPA Punggur
  4. Pengalokasian Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk sewa armada tambahan

Proyek pengerasan jalur TPA ditargetkan selesai Minggu ini. Hasilnya akan dilaporkan ke KLHK untuk mengupayakan pembukaan kembali Zona A.

Masalah Lebih Dalam: Sistem Belum Siap!

Amsakar menegaskan, persoalan tidak berhenti pada armada dan jalur saja. Banyak hal yang harus dibenahi:

  1. Kapasitas TPA nyaris jenuh
  2. TPS belum tertata
  3. Rencana tiga operator TPS → masih diperdebatkan
  4. Sistem zonasi sampah → belum siap tender karena desain dari BP Batam belum rampung

“Ini persoalan kota, bukan persoalan satu dinas. Kita butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.

Solusi Jangka Panjang: Pilah Sampah dari Rumah!

Amsakar mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari hulu:

  1. Edukasi dan peran masyarakat lebih diperkuat
  2. Volume sampah ke TPA harus ditekan
  3. Pengelolaan harus sesuai standar nasional

“Jika pola pengelolaan tidak berubah, krisis ini akan terus berulang,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.