LenterKepri.com, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya pemahaman perempuan terhadap hak-haknya, perlindungan diri, serta langkah yang perlu ditempuh saat menghadapi kekerasan dan eksploitasi.
Pengetahuan tersebut dinilai penting agar perempuan mampu mengenali potensi ancaman dan mengetahui cara mendapatkan perlindungan.
Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Perempuan dan Perlindungan Anak di Kantor Wali Kota Batam, Senin (19/10/2026).
Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan, kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploitasi perempuan, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, edukasi dan upaya pencegahan harus terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
“Persoalan perlindungan perempuan dan anak ini selalu muncul dalam berbagai diskursus. Kita masih mendengar cerita tentang kekerasan terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi perempuan, hingga perdagangan orang. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurut Amsakar, perlindungan perempuan perlu dimulai dari pemahaman mengenai hak, kedudukan, serta hubungan yang setara antara perempuan dan laki-laki. Dengan pemahaman tersebut, perempuan diharapkan mampu mengenali situasi yang berisiko, mengambil langkah untuk melindungi diri, dan mencari bantuan melalui jalur yang tepat.
Ia juga mengingatkan bahwa posisi Batam sebagai daerah perbatasan dengan mobilitas penduduk dan aktivitas lintas negara yang tinggi perlu diiringi kewaspadaan terhadap kejahatan transnasional. Perdagangan orang dan berbagai bentuk eksploitasi menjadi ancaman yang perlu diantisipasi bersama.
“Batam merupakan daerah perbatasan. Dalam kondisi seperti ini, kejahatan transnasional yang melampaui batas negara menjadi salah satu persoalan yang perlu kita waspadai,” kata Amsakar.
Amsakar berharap penyuluhan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peserta. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain yang menghadapi persoalan serupa.(red)








