Menagih Janji Etika: Curhat Pilu Ayu Aulia Soal Bupati Bintan di Forum Pemred PWI Kepri

oleh -
Ayu Aulia
Ayu Aulia, saat mencurahkan isi hatinya dalam Forum Pemred PWI Kepri. (Foto: Dok PWI)

LenteraKepri.com, Batam – Suasana di Sekretariat Forum Pemred PWI Kepri, Ruko Purimas, Batam, mendadak hangat pada Sabtu (26/9/2026) siang. Selebgram Ayu Aulia hadir langsung untuk menumpahkan kisah dan dinamika hubungan personalnya dengan Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Bagi para pimpinan media yang hadir, pertemuan ini tak sekadar mendengarkan klarifikasi pribadi. Diskusi justru berkembang menyentuh pilar integritas dan norma etika seorang pemimpin daerah. Sebagai pejabat yang mengemban mandat rakyat, seorang kepala daerah terikat pada prinsip kepatutan sosial dan etika pemerintahan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2014.

“Kepala daerah adalah teladan bagi warganya. Ketika perselisihan pribadi menyeruak ke ranah publik, masalah ini bukan lagi sekadar privasi, melainkan soal transparansi, akuntabilitas, dan moralitas sang pejabat,” ungkap salah seorang pemilik media yang hadir.

Isu pengakuan Ayu Aulia sebenarnya bukan kali pertama mencuat. Isu ini sempat membentang sejak Mei 2026 lalu ketika ia pertama kali mengunggah perihal hubungannya dengan sang pejabat hingga dampak kesehatan reproduksi yang melandasinya.

Meski sempat terwarnai kesimpangsiuran, bahkan permohonan maaf akibat emosi pascaoperasi, Ayu kembali menegaskan bahwa sosok yang dimaksud tetaplah sang Bupati Bintan, dengan menuntut empati serta kepedulian moral yang jujur.

Di hadapan para pimpinan redaksi, Ayu (33) membeberkan bahwa komunikasinya dengan Roby, putra Gubernur Kepri Ansar Ahmad, sudah terbangun sejak masa kuliah sekitar tahun 2014–2015. Kala itu, Ayu menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di UBM, sementara Roby berkuliah di Universitas Trisakti, Jakarta.

Namun, perjalanan waktu membawa mereka ke pusaran konflik yang rumit. Ayu mengungkapkan beban psikologis dan masalah kesehatan reproduksi yang dialaminya, hingga ia harus menjalani operasi pengangkatan rahim pada 2025 lalu. Ia menegaskan keberaniannya bersuara saat ini sama sekali bukan demi materi atau dorongan politik.

“Ini bukan soal uang. Mau dikasih berapa pun akan saya tolak karena saya punya harga diri. Saya cuma ingin dia punya empati, tidak menghilang begitu saja, dan mau bertanggung jawab secara gentleman,” tegas perempuan kelahiran Bogor ini.

Ia juga menepis tudingan bahwa langkahnya ditunggangi kepentingan politik menjelang Pilkada, serta mengaku siap menghadapi segala risiko hukum demi membuktikan kebenaran.

Menanggapi hal tersebut, Forum Pemred PWI Kepri mendorong Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk menyampaikan klarifikasi atau tabayun secara terbuka demi meluruskan kesimpangsiuran informasi.

Forum Pemred PWI Kepri menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh asas cover both sides guna menyajikan berita yang akurat dan berimbang bagi masyarakat Kepulauan Riau.

No More Posts Available.

No more pages to load.