Hilang Kontak Saat Berlayar ke Batam, 4 WNI Anambas Ditemukan Selamat di Kuantan Malaysia

oleh -
Hilang Kontak Saat Berlayar ke Batam, 4 WNI Anambas Ditemukan Selamat di Kuantan Malaysia
KM Samudra Jaya Kelautan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Tarempa, Kepulauan Anambas, menuju Batam, akhirnya 4 ABK selamat ditolong nelayan Malaysia (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Johor Bahru – Kabar melegakan datang dari empat warga negara Indonesia (WNI) awak KM Samudra Jaya Kelautan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam pelayaran dari Tarempa, Kepulauan Anambas, menuju Batam.

Setelah beberapa hari terombang-ambing di laut, keempat awak kapal tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan Malaysia. Mereka kini berada di Kuantan, Pahang, Malaysia, dan dilaporkan dalam keadaan sehat.

Informasi penyelamatan tersebut diperoleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dari Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan.

Keempat WNI yang berhasil diselamatkan masing-masing berinisial SB (54), Az (41), Aw (65), dan HY (40). Seluruhnya diketahui berasal dari Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Ditemukan Kapal Nelayan Malaysia Setelah Lima Hari

Keempat awak KM Samudra Jaya Kelautan ditemukan kapal nelayan Malaysia PAF 5061 pada Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 waktu setempat.

Saat ditemukan, mereka telah berada di laut selama beberapa hari setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.

Kapal nelayan Malaysia kemudian membawa keempat WNI tersebut menuju wilayah Malaysia. Mereka tiba di Dermaga Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia (LKIM) Kuantan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 05.30 waktu setempat.

Saat ini, keempat awak berada dalam penanganan otoritas Malaysia di Pahang State Maritime Headquarters, Kuantan, untuk menjalani proses penerimaan dan administrasi awal.

KJRI Johor Bahru juga telah berkomunikasi langsung dengan keempat awak melalui panggilan video.

Komunikasi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi mereka sekaligus memperoleh informasi awal mengenai kronologi kejadian.

Mesin Kapal Rusak di Perairan Berakit

Berdasarkan keterangan sementara para awak, KM Samudra Jaya Kelautan berangkat dari Kepulauan Anambas pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kapal niaga pengangkut ikan berukuran sekitar 10 GT tersebut membawa sekitar 1,1 ton ikan yang rencananya dikirim ke Batam.

Namun, perjalanan berubah menjadi situasi darurat ketika kapal berada di sekitar perairan Berakit, Kepulauan Riau.

Mesin kapal mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi.

Para awak kemudian melego jangkar untuk mempertahankan posisi kapal. Akan tetapi, kondisi gelombang laut membuat kapal tidak mampu bertahan di posisinya dan terus dihantam ombak.

Selama sekitar lima hari, empat awak kapal harus bertahan di tengah laut dalam kondisi kapal yang terus mengalami kerusakan.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika sebagian badan KM Samudra Jaya Kelautan dilaporkan telah tenggelam saat ditemukan kapal nelayan Malaysia.

Keempat awak kemudian dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di Kuantan.

KJRI Johor Bahru Siapkan Pemulangan ke Indonesia

Setelah proses penanganan awal selesai, KJRI Johor Bahru akan melakukan penjemputan terhadap keempat WNI dari Kuantan.

Mereka selanjutnya akan dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) KJRI Johor Bahru untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

KJRI juga akan memfasilitasi penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila diperlukan.

Selain itu, KJRI Johor Bahru akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia dan Malaysia untuk mempercepat proses pemulangan keempat awak kapal ke Indonesia.

Kondisi keempat WNI yang dilaporkan selamat dan sehat menjadi kabar baik setelah sebelumnya keluarga dan pihak terkait menghadapi ketidakpastian akibat hilang kontaknya kapal tersebut.

KJRI Apresiasi Nelayan Malaysia

KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi kepada MRSC Kuantan, APMM, serta awak kapal nelayan Malaysia PAF 5061 yang telah memberikan pertolongan kepada keempat WNI.

Pertolongan tersebut menjadi penyelamat bagi empat awak KM Samudra Jaya Kelautan setelah mereka bertahan selama berhari-hari di tengah laut dengan kapal yang mengalami kerusakan.

KJRI Johor Bahru memastikan akan terus memantau kondisi keempat WNI serta memastikan seluruh proses pendampingan, administrasi, hingga pemulangan ke Indonesia dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Kisah penyelamatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kondisi laut dapat berubah dengan cepat. Kerusakan mesin di tengah pelayaran, ditambah gelombang dan keterbatasan kemampuan kapal untuk mempertahankan posisi, dapat berubah menjadi situasi darurat yang mengancam keselamatan awak.

No More Posts Available.

No more pages to load.