LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau, kembali memburuk pada Rabu (21/10/2026) pagi. Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 153 pada pembaruan pukul 08.21 WIB, sehingga masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara sebelumnya dilaporkan sempat membaik pada awal pagi. Namun, data pemantauan terbaru menunjukkan konsentrasi polutan partikulat halus PM2.5 meningkat hingga 61 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara real-time di wilayah Patam, Batam, konsentrasi PM10 juga tercatat sebesar 70 µg/m³. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi udara terkini.
AQI Batam Naik Menjadi 153, Masuk Kategori Tidak Sehat
Data yang diperbarui pukul 08.21 WIB menunjukkan AQI Batam berada di angka 153. Dalam skala AQI Amerika Serikat (US AQI) yang digunakan pada pemantauan tersebut, angka ini masuk kategori tidak sehat.
Sebelumnya, berdasarkan data pukul 07.01 WIB, AQI Batam tercatat 136 dengan kategori buruk. Dalam rentang sekitar 80 menit, indeks tersebut naik 17 poin menjadi 153.
Konsentrasi PM2.5 turut meningkat dari 50 µg/m³ menjadi 61 µg/m³. Sementara itu, PM10 turun dari 74 µg/m³ menjadi 70 µg/m³.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kondisi pencemaran udara di Batam masih berfluktuasi. Pemantauan berkala diperlukan untuk mengetahui apakah kualitas udara akan kembali membaik atau justru mengalami peningkatan polusi.
PM2.5 Batam Capai 61 µg/m³, Lebih dari 4 Kali Pedoman WHO
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah PM2.5, yaitu partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.
Konsentrasi PM2.5 di Batam tercatat mencapai 61 µg/m³. Angka ini sekitar 4,06 kali lebih tinggi dibandingkan pedoman WHO sebesar 15 µg/m³ untuk konsentrasi rata-rata 24 jam.
Perlu diperhatikan bahwa angka pemantauan real-time merupakan gambaran kondisi pada waktu tertentu, sedangkan pedoman WHO tersebut mengacu pada rata-rata selama 24 jam.
Meski demikian, tingginya konsentrasi PM2.5 tetap menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengurangi paparan polusi, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan kualitas udara.
Cuaca Batam Berawan dengan Suhu 29 Derajat Celsius
Pada saat pengukuran dilakukan, cuaca di Batam dilaporkan berawan dengan suhu sekitar 29 derajat Celsius.
Kelembapan udara tercatat sebesar 68 persen, sedangkan kecepatan angin mencapai 5 kilometer per jam.
Kondisi berawan tidak selalu berarti kualitas udara akan memburuk ataupun membaik. Tingkat polusi juga dipengaruhi oleh sumber emisi, pergerakan angin, dan kondisi atmosfer.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi langit yang terlihat, tetapi juga memperhatikan informasi indeks kualitas udara terbaru.
Tips Mengurangi Paparan Polusi Udara di Batam
Dengan AQI mencapai 153, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polutan.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Batasi aktivitas berat di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
- Gunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95, saat berada di luar ruangan ketika polusi meningkat.
- Jaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup jendela saat udara luar tercemar dan menggunakan penyaring udara jika tersedia.
- Perhatikan kondisi anak-anak dan lansia, serta orang yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
- Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat atau gejala pernapasan yang memburuk.
Kenaikan AQI Batam menjadi 153 pada Rabu pagi menjadi pengingat bahwa kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan polusi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan.







