LenteraKepri.com, Batam – Kualitas udara di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berada pada kategori tidak sehat, Sabtu (17/10/2026) pagi. Data pemantauan kualitas udara menunjukkan Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 180, sementara konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sangat tinggi.
Berdasarkan data pemantauan yang diperbarui pukul 07.41 WIB, AQI Batam berada di angka 180 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 113 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan PM10 mencapai 116 µg/m³.
Angka tersebut menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
PM2.5 Batam Capai 7 Kali Pedoman WHO
Data pemantauan berikutnya, yang diperbarui pukul 08.21 WIB, menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Batam berada pada angka 105 µg/m³.
Nilai tersebut sekitar tujuh kali lebih tinggi dibandingkan pedoman 15 µg/m³ yang digunakan sebagai acuan WHO untuk konsentrasi rata-rata PM2.5 selama 24 jam.
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil, dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Karena ukurannya, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi memicu gangguan kesehatan.
Sementara itu, PM10 merupakan partikel dengan diameter hingga 10 mikrometer yang juga dapat masuk ke saluran pernapasan.
Perlu diperhatikan bahwa perbandingan tersebut menggunakan pedoman WHO untuk rata-rata 24 jam, sedangkan angka yang tersedia merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu.
Kabut Asap dan Kondisi Cuaca di Batam
Pada pembaruan pukul 07.41 WIB, kondisi cuaca di Batam tercatat mengalami smoky haze atau kabut berasap. Suhu udara berada di sekitar 28 derajat Celsius, kelembapan 78 persen, dan kecepatan angin 9,4 kilometer per jam.
Data tersebut menggambarkan kondisi atmosfer saat pemantauan dilakukan. Namun, data kualitas udara dan cuaca ini saja belum cukup untuk memastikan sumber maupun penyebab polusi yang terjadi.
Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, termasuk apabila terdapat peringatan mengenai kabut asap atau peningkatan konsentrasi polutan.
Warga Batam Diimbau Mengurangi Paparan Polusi
Ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat sebaiknya mengambil langkah untuk mengurangi paparan polusi, antara lain:
- Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan
- Menggunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95, ketika harus beraktivitas di luar.
- Menutup jendela apabila udara luar tercemar dan memastikan sirkulasi udara dalam ruangan tidak memasukkan lebih banyak polutan.
- Memantau pembaruan kualitas udara sebelum berolahraga atau melakukan kegiatan di luar rumah.
- Segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala serius lainnya.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma atau gangguan jantung dan paru-paru perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.
Pantau Perkembangan Kualitas Udara Batam
Data pemantauan pada Sabtu pagi menunjukkan kualitas udara Batam masih perlu diwaspadai. AQI tercatat 180 pada pukul 07.41 WIB, sedangkan PM2.5 berada di angka 105 µg/m³ pada pembaruan pukul 08.21 WIB.
Angka AQI dan konsentrasi polutan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer serta sumber emisi. Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau informasi terbaru dan tidak hanya mengandalkan satu kali pengukuran.
Informasi mengenai kualitas udara menjadi penting agar warga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan.







