LenteraKepri.com, Batam – Masih ingat dengan operasi penangkapan sabu seberat 2 ton di perairan Batam bulan Juni 2025 lalu? Dalam penangkapan yang dilakukan oleh BNN, nama Dewi Astutik disebut sebagai pemilik barang.
Dewi Astutik sendiri sudah masuk dalam DPO dan buronan interpol. Perburuan panjang lintas negara akhirnya berakhir pada awal Desember 2025.
Dewi Astutik, buronan Interpol yang disebut sebagai otak penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun, berhasil ditangkap dalam operasi senyap internasional.
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengonfirmasi bahwa Dewi dibekuk di Sihanoukville, Kamboja, dalam operasi gabungan yang melibatkan: BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan, atas instruksi Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto.
“Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNN Republik Indonesia… melakukan operasi pengejaran internasional,” tulis BNN dalam pernyataan resmi.
Dukungan Penuh Aparat Indonesia dan Kamboja
BNN menjelaskan bahwa BAIS TNI berperan memetakan pergerakan Dewi lintas negara. Sementara Dubes RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto dan jajaran KBRI membantu legalitas dan diplomasi penyerahan tersangka.
“Kerja sama erat dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja Chuon Narin beserta jajarannya,” jelas BNN.
Ditangkap Tanpa Suara
Dewi diringkus saat akan menuju lobi sebuah hotel. Operasi berjalan cepat dan presisi tanpa menarik perhatian publik. Setelah ditangkap, ia langsung dipindahkan ke Phnom Penh untuk:
Verifikasi identitas
Serah terima antarotoritas
Persiapan ekstradisi ke Indonesia
Menariknya, Dewi tidak hanya buronan Indonesia, tetapi juga terdata sebagai buronan Korea Selatan.
Bongkar Habislah Jejaring Narkoba Besar Asia
BNN mengungkap bahwa jaringan Dewi melibatkan:
Perdagangan sabu, kokain, dan ketamin
Pergerakan di Asia Timur & Asia Tenggara
Operasi terencana dan terorganisir tingkat kartel
“Akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif,” tegas BNN.
Sesampainya di Indonesia, Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur dana, distribusi, dan semua pihak yang terlibat.






