LenteraKepri.com, Batam – PLN Batam akhirnya membeberkan alasan di balik lambatnya penyampaian rincian kasus pemadaman total (blackout) yang melanda wilayah Batam dan Bintan.
Berbeda jauh dengan penanganan insiden serupa pada tahun 2023 silam, Manager Komunikasi dan Humas PT PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, menjelaskan bahwa seluruh proses penyelidikan insiden kali ini telah diserahkan sepenuhnya ke Bareskrim Mabes Polri.
“Kondisinya sangat bertolak belakang dengan pemadaman total pada tahun 2023,” ujar Yoga, Jumat (16/10/2026).
“Pada blackout masa lalu, seluruh proses investigasi teknis murni diambil alih, dikelola, dan diaudit dengan cepat membuahkan hasil dan mengetahui pasti penyebab utamanya,” imbuhnya.
Pada peristiwa kali ini, kata Yoga, pihak PLN baru sebatas mengetahui pemicu awalnya (trigger), yakni adanya kontak fisik satwa pada komponen gardu induk.
Sementara itu, penyebab sistemik utama mengapa pemicu kecil tersebut bereskalasi menjadi kelumpuhan sistem total belum diketahui pasti hingga Bareskrim turun tangan.
Status hukum kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh tim penyidik kepolisian. Karena itu, PLN wajib menahan diri demi menjaga objektivitas data pihak kepolisian.
Di sisi lain, PLN Batam menegaskan bahwa narasi mengenai hewan liar bukanlah fiksi. Fakta tersebut terekam jelas dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) di area steril Gardu Induk (GI) 150 kV Sei Harapan, Sekupang, yang bermula sekitar pukul 06.00 WIB.
“Jadi si monyet ini memanjat trafo. Lalu tangannya menyentuh salah satu instrumen bertegangan tinggi, yaitu bass bar,” urai Yoga menjelaskan anatomi petaka tersebut.
Karena posisi tubuh hewan tersebut menjembatani dua fasa yang berlawanan, terjadilah hubungan arus pendek (korsleting) fatal yang mengakibatkan ledakan cukup kuat di lokasi.
Sengatan balik berdaya raksasa itu langsung menghantam jantung transformator.
Efek domino dari trafo di Sei Harapan ini langsung memicu sistem proteksi otomatis (trip) di pembangkit lain. Dalam hitungan detik, rangkaian gangguan tersebut membuat seluruh sistem interkoneksi Batam-Bintan kolaps total.
“Nah yang sedang diselidiki sekarang ialah, apa penyebab inti sehingga listrik padam total di seluruh wilayah, apakah ada human error atau lainnya. Kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” tutupnya.
Berita sebelumnya, PT PLN Batam berhasil memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Kota Batam menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas (blackout) sejak Senin (12/10/2026) pukul 06.37 WIB. Proses pemulihan ini merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang terus melakukan penormalan sistem secara bertahap.
Kepastian mengenai normalnya kembali sistem kelistrikan juga dipertegas oleh Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, saat dikonfirmasi terkait perkembangan penanganan di lapangan.
“Insya Allah sore ini bisa normal, ini tinggal nunggu pembangkit yang belum operasi untuk sinkron,” ujar Yoga dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Sebelumnya, gangguan kelistrikan sempat dirasakan secara masif oleh masyarakat. Hampir seluruh wilayah Batam dilaporkan mengalami mati total sejak pagi hari, yang memicu keluhan warga serta sempat mengganggu berbagai aktivitas publik.








