Misteri Kematian Karyawan Depot Air Galon di Bengkong: Polisi Dalami Motif dan Temuan Sabun Lantai Hingga Baygon di Meja

oleh -
Karyawan Depot Air Galon
Kapolsek Bengkong (tengah) bersama jajarannya saat memberikan keterangan, sabu lantai dan baygon yang ditemukan dan posisi korban saat ditemukan. (Foto: Romi Candra)

LenteraKepri.com, Batam – Jajaran Polsek Bengkong bersama Tim Inafis Polresta Barelang bergerak cepat mendatangi lokasi penemuan jasad seorang pria berinisial SD (36) yang ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kos lantai dua kawasan Bengkong Indah 2, Kelurahan Bengkong Sadai, Batam, guna mengamankan situasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Rabu (7/10/2026) malam.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, rumah kos yang dihuni oleh karyawan depot air galon tersebut memiliki denah memanjang ke belakang. Bagian paling depan berfungsi sebagai ruang tamu. Dari ruang tamu, terdapat sebuah sekat pembatas yang memisahkannya dengan area kamar tidur utama.

Selanjutnya, dari dalam area kamar tidur, akses ruangan langsung terhubung lurus menuju bagian paling belakang kos, yaitu area dapur dan kamar mandi. Tata ruang yang bersekat ini menjelaskan mengapa posisi korban di dapur tidak langsung terlihat apabila hanya diintip dari pintu depan.

Dari pantauan olah TKP di dalam ruangan, korban SD terbilang merupakan sosok yang cukup bersih dan rapi. Di area ruang tamu, seluruh barang tersusun dengan sangat teratur; buku-buku diletakkan rapi di atas lemari, pakaian dilipat dengan baik, dan lantai tampak bersih. Begitu pula di dalam kamar, kasur yang berada di atas dipan tertata sangat bersih.

Kendati demikian, terdapat beberapa benda yang menarik perhatian karena diletakkan tepat di sebelah tempat tidur korban. Di atas meja di samping kasur, terlihat satu botol sabun pembersih lantai tanpa penutup lagi dan satu botol kecil obat nyamuk semprot merek Baygon. Selain itu, di atas kursi plastik dekat kasur, tampak sebuah toples yang berisi berbagai macam merek obat-obatan ringan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis Polresta Barelang, waktu kematian SD dipastikan belum lewat dari 24 jam sebelum ditemukan. Estimasi waktu ini diperkuat oleh keterangan keponakan korban di lokasi yang menangis histeris.

Ia menceritakan bahwa pada Selasa malam (malam sebelum korban ditemukan), pacar SD yang berada di Medan sempat menghubunginya untuk meminta bantuan mengecek kosan karena korban mendadak hilang kabar. Namun, karena kondisi sudah larut malam dan jarak rumah keponakannya cukup jauh, pengecekan baru dikoordinasikan keesokan paginya kepada Afriko yang posisi tinggalnya paling dekat dengan lokasi.

Saat tiba di lokasi, Afriko mendapati pintu depan terkunci rapat dari dalam. Atas arahan Joni, Afriko berinisiatif membuka kunci pintu melalui celah jendela. Saat berhasil masuk, ia terkejut melihat SD sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dapur belakang, hanya mengenakan celana jeans biru tanpa baju.

Setelah dilakukan olah TKP awal, jenazah SD berhasil diturunkan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan medis mencari tahu penyebab pasti meninggalnya korban. Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mendalami kasus tersebut secara intensif untuk mengungkap fakta di balik peristiwa ini.

“Begitu mendapat laporan warga, kita bergerak cepat ke lokasi. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak rumah sakit, karena jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit,” ungkap Tigor, didampingi Kanit Reskrimnya Iptu Apriadi, di lokasi kejadian.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyelidiki motif sebenarnya hingga membuat SD nekat mengakhiri hidupnya.

“Kita tengah meminta keterangan dari para saksi untuk mendalami motif tindakan korban. Selain itu, apa yang mendasari SD melakukan aksi seperti ini, kami juga masih mendalami dengan meminta keterangan para saksi,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan temuan sabun pembersih lantai dan baygon tersebut, apakah juga menjadi indikasi berbagai pilihan yang akan dilakukan untuk mengakhiri hidup hingga akhirnya memilih untuk gantung diri, Tigor juga menyebutkan masoih dalam pemeriksaan.

“Kitaa belum bisa memastikan apakah barang barang itu memiliki kaitan dalam kasus ini. Namun semua barang yang dirasa mencurigakan langsung kita kita amankan,” tutupnya.

Berita sebelumnya, Warga di kawasan Bengkong Indah 2, Blok C No. 66, RT 03 RW 01, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria pada Rabu (7/10/2026) malam.

Korban diketahui berinisial SD (36), yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan depot air galon tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area dapur rumah kos lantai dua.

(Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami depresi atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan mental atau fasilitas kesehatan terdekat).

No More Posts Available.

No more pages to load.