LenteraKepri.com, Batam – Amsakar Achmad kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Pesan tegas ini disampaikannya saat menghadiri acara Halalbihalal Kecamatan Lubukbaja di Aula Universitas Ibnu Sina, Kamis (9/4/2026) malam.
Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, Amsakar menyoroti bahwa cara pandang dan sikap seseorang, termasuk di ruang digital, sangat menentukan kualitas kehidupan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana mempererat hubungan, bukan justru memicu konflik.
“Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujar Amsakar di hadapan warga.
Menurutnya, nilai rasa syukur ini harus menjadi dasar dalam setiap interaksi, termasuk di media sosial. Ia menilai, ruang digital saat ini kerap disalahgunakan untuk menyebarkan hal negatif yang berpotensi merusak keharmonisan sosial.
Amsakar menekankan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Salah satunya adalah kedewasaan dalam berkomunikasi di ruang publik digital.
“Media sosial harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga persatuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam momentum Idulfitri. Ia menyebut dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang tidak luput dari kekurangan.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Ia mengakui bahwa memimpin Batam dengan jumlah penduduk yang besar bukanlah hal mudah. Tingginya harapan masyarakat menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
Amsakar pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam penggunaan media sosial, demi menciptakan ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.
“Jika sebelumnya ada kesalahan, mari kita perbaiki. Orang yang cerdas adalah yang mampu belajar dan menjadi lebih baik,” tambahnya.
Melalui kegiatan Halalbihalal ini, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.








