Blackout Massal Sumatera! Listrik Padam 7,5 Jam, Jutaan Warga Gelap Gulita, Lilin Sampai Langka

oleh -
Blackout Massal Sumatera! Listrik Padam 7,5 Jam, Jutaan Warga Gelap Gulita, Lilin Sampai Langka
Empat provinsi di Sumatera alami padam total (blakcout), Jumat (22/5/2026) malam (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Padang – Sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami pemadaman total (blackout) pada Jumat malam (22/5/2026). Insiden besar ini membuat puluhan juta warga di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh terpaksa menjalani malam dalam kondisi gelap gulita selama sekitar 7,5 jam.

Pemadaman massal tersebut terjadi setelah sistem kelistrikan Sumbagut dan Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) dilaporkan mengalami pemisahan jaringan secara mendadak pada pukul 18.44 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, gangguan besar itu dipicu oleh terputusnya interkoneksi pada jaringan transmisi Rumbai–Muaro Bungo bertegangan 275 kV, yang memicu lumpuhnya sistem kelistrikan di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Akibat gangguan tersebut, wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau terdampak pemadaman listrik total sejak Jumat petang. Pasokan listrik baru kembali pulih secara bertahap sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Selama listrik padam, aktivitas masyarakat praktis lumpuh. Banyak warga kesulitan beraktivitas karena mayoritas rumah tangga tidak memiliki generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan.

Sebagian warga hanya mengandalkan senter telepon genggam untuk penerangan darurat. Namun karena pemadaman berlangsung lama, banyak baterai ponsel warga ikut melemah bahkan habis total.

Tak sedikit warga akhirnya beralih menggunakan lilin sebagai alat penerangan. Tingginya permintaan membuat stok lilin di sejumlah warung dan kedai dilaporkan ludes.

“Lilin kami habis. Tadi sudah banyak yang beli,” kata Linda, salah seorang pedagang di Koto Nan Gadang, Kota Payakumbuh.

Hal senada diungkapkan Rul, pedagang lainnya, yang mengaku stok lilin di kedainya juga cepat habis akibat diborong warga.

Pantauan di Kota Payakumbuh, meski jalanan gelap, warga justru ramai keluar rumah menggunakan mobil maupun sepeda motor untuk mencari udara segar dan berkumpul di tempat yang lebih ramai.

Bahkan hingga pukul 24.00 WIB, arus kendaraan di Jalan Sudirman Payakumbuh masih terlihat padat. Listrik di wilayah tersebut baru kembali menyala sekitar pukul 02.30 WIB.

PLN Beberkan Penyebab Blackout

Manajemen PT PLN (Persero) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan kelistrikan besar yang melanda wilayah Sumbagut.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa gangguan berasal dari jaringan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Menurutnya, gangguan tersebut dipicu cuaca buruk yang menyebabkan sistem transmisi terganggu dan berdampak pada jaringan interkoneksi listrik Sumatera.

“Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal,” ujar Gregorius.

PLN memastikan proses pemulihan dilakukan secara aman dan bertahap, serta meminta masyarakat memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN.

“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Humas PLN Sumbagut, Diki Kurniawan, menyebut gangguan berdampak luas karena sejumlah provinsi di Sumatera berada dalam satu sistem interkoneksi.

“Lagi ada gangguan infonya. Karena satu sistem, miss system-nya, sistem interkoneksi,” ujarnya.

Ia memastikan tim teknis PLN telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab gangguan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.