LenteraKepri.com, Batam – Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Masjid Al-Fajri, Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (3/3/2026). Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin turun langsung menyajikan santapan berbuka puasa untuk warga.
Momen kebersamaan tersebut berlangsung dalam kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-21 Polda Kepri. Kehadiran kedua pimpinan daerah ini pun disambut antusias masyarakat yang memadati masjid untuk berbuka bersama.
Tak sekadar berbuka puasa, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi berbagi kepada masyarakat. Polda Kepri menyalurkan 500 karung beras kepada warga Sembulang, sementara Pemerintah Kota Batam memberikan 500 paket bahan kebutuhan pokok berupa minyak goreng dan gula.
Selain itu, santunan juga diserahkan kepada 63 anak yatim yang berasal dari wilayah Sembulang sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ramadan tidak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk menjaga lisan, memperbaiki sikap, serta memperkuat silaturahmi,” ujar Amsakar.
Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa pada hari yang sama Pemerintah Kota Batam menjalankan berbagai agenda pelayanan masyarakat secara bersamaan di sejumlah wilayah. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga Batam mendapat perhatian yang merata.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di Kota Batam yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk menarik dan menjaga investasi agar terus masuk ke Batam.
“Batam tidak seperti daerah agraris di Jawa. Perekonomian kita bertumpu pada sektor industri, jasa, dan kelautan. Karena itu, keamanan harus dijaga agar investasi tetap datang dan berkembang,” kata Asep.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Kapolda turut mengapresiasi masyarakat Sembulang yang dinilai aktif menjaga keamanan lingkungan serta menjalin komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di wilayah Kepulauan Riau.








