LenteraKepri.com, Batam – Aksi pencurian fasilitas umum atau lebih dikenal dengan ‘rayap besi’ kembali viral beberapa minggu terakhir. Terduga pelaku nekat melakukan pencurian keran hidrat air saluran pipa milik ABH di kawasan Pasir Putih. Aksi tersebut, menyebabkan ribuan warga di Kecamatan Bengkong mengalami gangguan pasokan air bersih.
Setelah berhasil mengamankan para terduga pelaku, kini Polsek Bengkong berupayan untuk melakukan pencegahan dengan mengumpulkan belasan pelaku usaha jual beli besi tua (scrap) atau pengepul barang bekas, Jumat (3/7/2026) sore.
Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, mengatakan keterlibatan para pelaku usaha scrap sangat penting untuk memutus mata rantai penjualan barang hasil curian. Sebab, hasil curian tersebut dipastikan akan diual langsung ke tempat pengepul barang bekas.
“Sengaja sore ini kami kumpulkan para pengusaha scrap agar ikut bersama-sama memerangi para rayap besi ini. Mari kita putus rantai agar mereka tidak bisalagi menjual barang hasil curian,” ajak Tigor.
Baca: Sengketa Lahan 112 Hektare di Karimun, Nama Nurdin Basirun Disebut: Intimidasi Gegara Bauksit?
Untuk modus pelaku diantaranya memanjat tower untuk memotong kabel hingga mencuri berbagai material logam fasilitas umum. “Kami meminta kerja samanya, jika mencurigai adanya yang menjual barang curian, segera melaporkannya, sehingga para pengusaha tidak terseret sebagai penadah,” kata Tigor.
Tigor menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku pencurian maupun penadah barang hasil kejahatan. Bagi pelaku pencurian terancam hukuman tujuh tahun kurungan penjara dan empat tahun bagi penadah.
“Kalau sudah menyangkut fasilitas umum, kami tidak akan toleransi karena menyangkut kepentingan orang banyak. Penegakan hukum akan tetap kami lakukan terhadap pelaku pencurian maupun penadah. Kali ini kami kumpulkan untuk memperingati, jika kedepan ditemukan masih ada yang menerima barang hasil curian, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, menegaskan pihaknya tidak akan menghambat usaha para pengepul, melainkan mengajak mereka berperan aktif dalam mencegah tindak pidana.
Apriadi meminta para pengusaha lebih teliti sebelum membeli besi tua maupun material logam lainnya. Jika terdapat barang yang asal-usulnya diragukan, maka penjual diminta mendata dan didokumentasikan.
“Kalau memang mencurigakan, minimal foto orangnya dan KTP-nya. Pengepul harus bisa menilai mana barang yang layak dibeli dan mana yang harus ditolak agar pencurian fasilitas umum bisa dicegah,” katanya.
Berdasarkan pengalaman dari beberapa pelaku yang diamankan, didominasi oleh para pecandu narkotika, sehingga gelagatnya ketika menjual barang tersebut berbeda. “Para pengusaha harus jeli dan segera laporkan jika ditemukan,” pintanya.
Salah seorang pengusaha scrap besi, Filter Situmeang, menyatakan, pihaknya mendukung langkah Polsek Bengkong dalam mencegah pencurian fasilitas umum, khususnya di wilayah Kecamatan Bengkong.
Ia menyebutkan, pertemuan yang digelar bersama kepolisian menghasilkan komitmen bersama untuk memberantas pencurian fasilitas umum dengan memperketat pengawasan terhadap barang yang masuk ke tempat usaha scrap.
“Kami sangat mendukung upaya pencegahan yang dilakukan bersama Polsek Bengkong. Sebagai pengusaha, kami juga harus lebih teliti saat membeli barang dari masyarakat,” ujarnya.
Disebutkan Filter, beberapa jenis fasilitas umum yang kerap menjadi sasaran pencurian relatif mudah dikenali, seperti tutup saluran milik BP, lampu penerangan jalan, maupun rambu-rambu lalu lintas.
Baca: Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Li Claudia Sebut Polri Punya Peran Besar Jaga Iklim Investasi Batam
Namun beberapa barang juga sulit diketahui asal-usulnya, seperti material tembaga yang sudah dibakar. “Karena ada yang bekerja di bidang kelistrikan dan memang menjual sisa pekerjaannya,” jelasnya.
Mewakili pengusaha lainnya, ia sangat mengapresiasi adanya pertemuan tersebut. Sebab, hal ini mampu memberikan arahan sehingga kedepannya tidak asal-asalan menerima barang.
“Ditambah lagi tadi sudah dibuatkan grup whatsapp, sehingga memudahkan kami untuk memberikan informasi jika ditemukan ada yang mencurigakan,” tutupnya.
Di penghujung kegiatan, belasan pengushaan scrap tersebut langsung melakukan penryataan sikap untuk memerangi tindak tanduk para rayap besi yang sangat meresahkan.







