Lentera Batam – Sakit hati dan tidak terima dikatakan maling, menjadi alasan utama D, nekat menikam AWT di kawasan Sopping Centre, Bengkong Kodim, Kota Batam. Hal itu terungkap saat ekspose yang digelar Polsek Bengkong, Rabu (8/3/2023) siang.
Kapolsek Bengkong Iptu Muhammad Rizqy Saputra, mengatakan, sakit hati D dikarenakan korban menuduhnya sebagai maling. Hal itu membuat D emosi.
Dijelaskan, kejadian itu bermula pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku baru selesai membantu pemilik kos untuk memperbaiki mesin pompa air bersih.
Baca: Sebulan Pelarian, Pelaku Penikaman di Bengkong Akhirnya Ditangkap Polisi
Sementara pemilik kos pergi melaksanakan ibadah shalat Jumat. Pelaku pun berinisiatif mengumpulkan barang-baran berupa kabel stop kontak listrik yang dipinjam dari korban oleh pemilik kos.
Kemudian pelaku membawa ke kamarnya untuk disimpan dulu dan nantinya akan dikembalikan bersama kabel cas hp yang sebelumnya juga dipinjam pelaku dari adik korban.
Kemudian pelaku pun turun ke bawah dan bertemu istri korban dan pemilik kos yang baru pulang Shalat Jumat. Istri korban pun menanyakan barang-barang milik suaminya.
“Saat itu pelaku mengatakan barang-barang ada di atas dan menanyakan apakah mau diambil saat itu juga. Namun istri korban menjawab, nanti saja sama suaminya. Pelaku pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat,” jelas Rizqy, didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reskrim Ipda Anwar Aris.
Namun sekitar pukul 16.00 WIB, pintu kamar korban digedor korban sangat kencang yang membuat ia terbangun. Ia langsung membuka pintu dan korban menanyakan barang-barangnya dengan nada kasar.
Pelaku langsung mengatakan akan mengantar ke bawah, dan korban pergi sambil mengatakan ‘dasar maling’. Hal itu membuat emosi pelaku tersulut.
“Kejadian ini berlanjut ketika pelaku turun menyerahkan barang-barang itu kepada korban. Ia menanyakan apa maksud dari perkataan maling itu. Namun korban masih memaki pelaku yang menbuat ia murka. Akhirnya, pisau yang sudah ia sembunyikam di pinggang dicabut dan langsung menikam korban,” tutur Rizqy.
Baca: Polisi Grebek Praktek Perjudian Sie Jie di Batam, 6 Orang Jadi Tersangka
Beruntung, korban spontan menahan dengan tangannya, sehingga pisau itu merobek lengan kirinya. Setelah itu, pelaku meninggalkan lokasi.
“Luka yang dialami korban cukup serius. Bahkan ia mendapat sekitar 20 jahitan. Untuk kondisinya sekarant sudah mulai membaik,” lanjut Rizqy.
Sedangkan D, saat ini sudah mendekam di balik jeruji penjara Polsek Bengkong.
Hampir satu bulan menghilang, akhirnya D, pria yang telah menikam salah satu warga di kawasan Shopping Centre, Bengkong Kodim, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, akhirnya berhasil diringkus Tim Gabungan Satreskrim Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Bengkong.
Baca: Seorang Pria Jadi Korban Penganiayaan di Bengkong, Lengan Kanan Ditusuk dan Dapat Puluhan Jahitan
Terduga pelaku, diamankan di dalam kamar kos-kosan di kawasan Pasar Sukaramai, Bengkong.
Kapolsek Bengkong, Iptu Muhammad Rizqy Saputra, saat ekspose mengatakan, berkat kerjasama tiga gabungan, akhirnya pelarian D berakhir.







