Temuan Jenazah di Pulau Enggano, Dokter Forensik: Tak Cocok Dengan Data 8 Orang Hilang di Gunung Anak Krakatau

oleh -
oleh
Wakapolda Banten Brigjen Pol. Iwan Saktiadi memantau area Gunung Krakatau melalui teropong di KP Sanjaya yang fokus cari wartawan dan tiga awak kapal hilang di Perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (12/9/2026). (foto dok Editor Indonesia/Antara)

LenteraKepri.com, Batam – Dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, menyebut jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano tak cocok dengan data antemortem rombongan jurnalis yang hilang di Gunung Anak Krakatau.

Namun, tes DNA tetap akan dilakukan untuk memastikan.
“Tidak ada penyesuaian dengan data AM (antemortem) jenazah dengan (rombongan) jurnalis,” kata Donal, Selasa (15/9/2026) dikutip detiknews.

“Pakaian dalam yang dikenakan tidak sesuai,” ungkapnya.

Diketahui, dalam video yang beredar, jenazah di Pulau Enggano berkulit putih dan hanya mengenakan celana biru dan putih.

Donald menyebut, saat ini Polda Banten telah mengirim data DNA keluarga korban hilang ke Polda Bengkulu untuk dicocokkan dengan jenazah tersebut.

“Baru hari ini diantar ke sana. Hasil bisa satu minggu,” kata Donald.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, Polda Banten terus memberikan dukungan terhadap proses identifikasi dengan menyiapkan data yang diperlukan sesuai prosedur DVI.

“Data antemortem dari keluarga korban kami bantu sampaikan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk menjadi bahan pembanding dalam proses identifikasi. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu,” ujar Maruli.

Polda Banten berharap dukungan data tersebut dapat membantu proses identifikasi sehingga diperoleh kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano.

Seperti diketahui, lima jurnalis dan tiga kru kapal berangkat ke sekitar Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Rombongan tersebut dinyatakan hilang dan proses pencarian oleh Tim SAR dilakukan pada Selasa (8/9).

Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas/freelance).

Selain itu, tiga kru kapal yang hilang adalah Warta/Surahman (kapten kapal), Sukarman (anak buah kapal/ABK), dan Heriyanto (pemandu).

No More Posts Available.

No more pages to load.