LenteraKepri.com, Batam – Tertutupnya tulisan Welcome to Batam (WTB) oleh bangunan ruko 5 lantai yang tengah dibangun juga menjadi perhatian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Hal itu diakui Kepala Dinasnya, Ardiwinata.
Ia mengaku banyak yang menghubungi dan mendapatkan keluhan dari berbagai pihak terkait kondisi tersebut. Koordinasi dengan pihak terkait juga tengah dilakukannya.
“Kita sedang berkoordinasi dengan BP Batam tentang alokasi lahan, dan juga koordasi dengan dinas terkait tentang tata letaknya,” ujar Ardi, saat dihubungi LenteraKepri.com belum lama ini.
Selaku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pihaknya berharap semua pihak bisa sama-sama menjaga apa yang menjadi landmark Kota Batam ini.
“Ini merupakan landmark Kota Btam dan seharusnya bisa kita jaga bersama. Sebab, selama ini WTB menjadi daya tarik bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara,” harapnya.
Berita sebelumnya, “kenapa macam ni (kenapa seperti ini)? macam mana nak ambik gambar, dah tertutup bangunan (bagaimana mau mengambil foto, sudah tertutup bangunan). Ini tak Welcome to Batam lagi, tapi Welcome to Building (ini bukan Welcome to Batam lagi, tapi welcome to bangunan)”.
Baca: PLN Batam Sukses Jaga Pasokan Listrik dalam Pilkada Serentak 2024
Inilah kata-kata yang akhir-akhir ini sering didengar masyarakat yang memiliki usaha jasa tour and travel dan jasa sewa mobil di Batam ketika membawa wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura ketika ingin mengabadikan momen di kawasan Welcome to Batam.
Seperti yang diketahui, Welcome to Batam yang juga dikenal dengan singkatan WTB merupakan salah satu icon dan landmark kota teh obeng ini. Setiap wisatawan baik domestik maupun mancanegara pastinya mewajibkan diri untuk berswafoto di sini sebagai penanda bahwa mereka sudah sampai di Batam.
Hanya saja, saat ini tulisan yang terpampang megah di atas bukit kawasan kecamatan Batam Kota tersebut sudah tidak lagi memiliki pesonanya. Demi keuntungan sepihak, kini tulisan tersebut sudah terhalang oleh bangunan ruko yang tengah dibangun di depannya.
Beria terkait: WTB Sudah Berganti Nama Jadi ‘Welcome to Bangunan’
Untuk mengabadikan momen, biasanya para wisatawan akan mengambil foto maupun video di lapangan yang berada dekat Mesjid Agung, yang juga selama ini menjadi tempat para pedagang mencari rejeki. Namun sejak tertutup oleh bangunan tersebut, lokasi ini juga menjadi sepi karena tidak memiliki daya tarik lagi.
“Selama ini kami turut serta mendukung dan membantu program pemerintah untuk membangkitkan sektor pariwisata di Kota Batam. Namun kenyataannya di lapangan malah mengecewakan, kenapa diperbolehkan bangunan tinggi dibangun di sana sehingga menutup icon Batam sendiri? ujar Anto, salah satu pemilik usaha sewa mobil di Kota Batam, Rabu (4/12/2024).
Ia menerangkan, setiap wisatawan yang datang dari negara tetangga selalu meminta untuk dibawa berswafoto di lokasi tersebut. Sebab, sebelum datang ke Batam, mereka sudah lebih dulu melihat di internet dan media sosial dimana saja lokasi-lokasi bagus untuk mengabadikan momen.
Namun saat dibawa ke WTB, wajah kecewa langsung terlihat jelas dari mereka, karena sebagian besar tulisan WTB sudah tertutup oleh bangunan yang tengah dibangun.
“Apa pasal macam ni (Apa hal semacam ini)? tak boleh ambik gambar ke (tidak bolehkah mengambil foto)? Kenapa Wellcome to Batam jadi Welcome to Building (kenapa Welcome to Batam jadi Welcome to bangunan)?” ujar Anto menirukan ucapan yang keluar dari para wisatawan yang membuat pihaknya malu muka.








