Batam Siaga Karhutla! Amsakar Minta Warga Hentikan Aktivitas Berisiko

oleh -
Batam Siaga Karhutla! Amsakar Minta Warga Hentikan Aktivitas Berisiko
Wali Kota Batam Amsakar meminta warga menghentikan aktifitas yang bisa memicu karhutla (ilustrasi/dok polda kepri)

LenteraKepri.com, Batam – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin marak di berbagai wilayah Kota Batam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem yang membuat lahan kering dan vegetasi mudah terbakar.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam telah meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Pihaknya bahkan menggandeng aparat keamanan seperti Polda Kepulauan Riau dan Polresta Barelang untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat dan terintegrasi.

“Beberapa titik kebakaran terpantau di wilayah Galang, Nongsa, Sekupang hingga sekitar Pulau Manis. Cuaca panas membuat vegetasi sangat mudah terbakar,” ujar Amsakar, Selasa (31/3).

Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

Amsakar menjelaskan, rumput dan semak yang menguning akibat kemarau menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran. Kondisi ini membuat api cepat menyebar jika tidak segera ditangani.

Karena itu, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan, baik secara teknis maupun nonteknis.

Salat Istisqa Jadi Ikhtiar, Harap Hujan Turun

Selain upaya teknis, Pemko Batam juga melakukan pendekatan spiritual dengan menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.

Langkah ini diharapkan dapat membantu:

  • Memadamkan titik api
  • Mengatasi krisis air bersih
  • Mengembalikan kondisi lingkungan

“Mudah-mudahan ini bisa mengurai dua persoalan sekaligus, yakni karhutla dan ketersediaan air bersih,” katanya.

Warga Diminta Hentikan Aktivitas Berisiko

Di tengah kondisi ini, Pemko Batam mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memperburuk situasi, terutama di daerah tangkapan air (DTA) dan sekitar waduk.

Beberapa aktivitas yang diminta dihentikan:

  • Pembukaan lahan
  • Proyek di sekitar waduk
  • Pengambilan air yang tidak terkontrol

“Ini penting untuk menjaga daya tampung air,” tegasnya.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Meski pengawasan telah ditingkatkan, Amsakar menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mencegah meluasnya karhutla.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Jangan lakukan pembakaran lahan, dan jika ada kebakaran segera lakukan pemadaman,” ujarnya.

Pasokan Air Dijaga di Tengah Kemarau

Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, Pemko Batam juga berkoordinasi dengan PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu guna memastikan pasokan air tetap stabil meski debit waduk menurun.

Amsakar menegaskan, berbagai langkah akan terus dilakukan demi menjaga lingkungan dan kebutuhan air masyarakat.

“Kita lakukan semua ikhtiar, baik teknis maupun spiritual, untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.