LenteraKepri.com, Batam – Sekitar 220 perusahaan dari 20 negara yang bergerak di bidang industri maritim ambil bagian dalam Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026. Bertempat di Radisson Golf & Convention Center Batam, event internasional ini berlangsung mulai hari ini, Rabu hingga Jumat (5-7/8/2026).
Memasuki penyelenggaraan ke-9 dengan mengusung tema “Batam: Indonesia’s Future Hub for Smart Shipbuilding & Offshore Transformation”, perusahaan tersebut diantaranya berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, India, Jerman, Italia, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat
Group CEO Fireworks Trade Media Kenny Yong, kepada awak media mengatakan, dijadikannya Batam sebagai tempat penyelenggaraan pamarena ini, dikarenakan memiliki lokasi paling strategis bagi industri galangan kapal di Indonesia. Terbukti, sekitar 60 persen kapal yang diproduksi Indonesia dibangun di Batam.
“Letak Batam sangat strategis. Karena itu, banyak perusahaan mendirikan kantornya di Singapura, namun kegiatan operasional dan fasilitas galangan kapal berada di Batam. Faktor utamanya karena Batam didukung kawasan perdagangan bebas, ketersediaan lahan yang lebih luas, serta biaya operasional yang lebih kompetitif,” ungkap Kenny, sebelum pameran dibuka.
Tidak hanya itu, masuknya investasi asing dengan membawa standar kompetensi dan pelatihan luar negeri ke Kota Batam juga berdampak positif terhadap sumber daya manusia, sehingga membuat prospek galangan kapal Batam sejauh ini masih cukup mumpuni.
“Sejumlah perusahaan bahkan kewalahan memenuhi pesanan karena tingginya permintaan kapal dari pasar internasional. Bahkan ada menghentikan penerimaan pesanan baru sementara waktu untuk menyelesaikan kontrak yang sudah ada. Ini menunjukkan industri galangan kapal Batam masih terus bertumbuh,” lanjutnya.
Kenny juga mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap penyelenggaraan IMOX, mulai dari BP Batam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), asosiasi industri, hingga pelaku usaha yang secara konsisten mendukung pengembangan sektor maritim di Batam.
“Kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri menjadi salah satu faktor yang membuat IMOX terus berkembang dan mampu menghadirkan pelaku industri maritim dari berbagai negara setiap tahunnya,” kata Kenny.
Sementara itu, untuk pameran maritim terbesar di Indonesia, ia menargetkan mampu mencatat transaksi hingga 20 juta dolar Amerika Serikat. Jika ini tercapai, juga akan memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri galangan kapal nasional.
“Target transaksi tahun ini sekitar 20 juta dolar AS. Memang kondisi industri sedang menghadapi tantangan, sehingga banyak perusahaan lebih fokus pada pemeliharaan (maintenance) dibandingkan pembelian peralatan baru. Namun kami tetap optimistis karena kebutuhan industri masih tinggi,” terangnya.
Menurut dia, IMOX 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga wadah edukasi dan kolaborasi bisnis bagi pelaku industri maritim. Namun, berbagai perusahaan menghadirkan teknologi terbaru mulai dari peralatan galangan kapal, sistem otomasi, kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak, mesin, hingga solusi keselamatan kerja dan industri lepas pantai.
“Kami sudah masuk ke era AI. Teknologi yang dipamerkan membuat proses pembangunan kapal menjadi lebih cepat, lebih aman, dan lebih berkelanjutan. Pengunjung juga bisa mencoba langsung berbagai peralatan sehingga pameran ini lebih interaktif,” tutup Kenny.






