LenteraKepri.com, Batam – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan penggerebekan terhadap tempat hiburan malam (THM) yang diduga dijadikan sarang narkoba di Batam, Kepri.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dir Tipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penggerebekan dilakukan di HH Club Planet 3.0 Pub & KTV pada Senin 10 Agustus 2026 dini hari.
Tempat hiburan malam itu berada di Komplek Nagoya City Centre, Kecamatan Lubuk Baja. Percisnya di belakang Pasar Toss 3000 Jodoh.
Eko Hadi menyebut bahwa kegiatan penggerebekan dilakukan oleh Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury dan AKBP Titus Yudho Ully.
“Telah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM),” kata Eko Hadi, dalam keterangannya, Senin 10 Agustus 2026.
Jenderal bintang satu Polri itu menjelaskan bahwa peredaran narkoba di tempat hiburan malah tersebut dilakukan pihak manajemen. Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya mengangkut 32 orang dan sebagaian telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Petugas Tim Gabungan mengamankan 32 orang dalam operasi tersebut, yang berstatus sebagai tersangka dan saksi beserta sejumlah barang bukti narkoba,” tambahnya.
Meski demikian, Eko tak menjelaskan lebih jauh terkait dengan barang bukti narkoba yang diamankan dalam kegiatan tersebut.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh Dir Tipidnarkoba Bareskrim Polri setelah pemeriksaan terhadap para tersangka dan saksi selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Disebutkan bahwa dari penggerebekan tersebut penyidik kepolisian menemukan sebuah brankas berwarna hijau yang menyimpan rinuan pil inex atau ekstasi.
Saat ini para tersangka dan saksi yang telah diamankan oleh pihak kepolisian masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk dilakukan pengembangan.
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memberantas peredaran gelap narkotika yang menyasar tempat hiburan malam. Polisi masih terus mengembangkan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik peredaran ekstasi tersebut.
Pengerebekan Hingga Pagi Hari
Informasi yang didapat, penggerebekan ini berlansung sejak Senin dini hari hingga pagi tadi. Pantauan para wartawan di lokasi, suasana klub malam yang biasanya ramai dan hinggar-binggar, mendadak sepi. Pagar masuk yang biasa terbuka, ditutup rapat.
Bahkan warga sekitar melihat sejumlah orang turut dimasukkan ke dalam mobil yang dibawa petugas. Warga menyaksikan sebagian petugas mengunakan sebo dan menenteng senjata laras panjang.
Belum diketahui pasti penindakan seperti apa yang dilakukan, namun sejauh ini pintu masuk ke dalam tempat hiburan tersebut sudah dipasangi garis polisi








