Tragedi Federal II Batam Bertambah Pilu! Korban Meninggal Jadi 11 Orang, 8 Jenazah Dipulangkan ke Sumatera Utara

oleh -
13 Pekerja Tewas di Galangan Kapal Batam, Polisi Dalami Peran Disnaker dan PT ASL
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin meninjau korban ledakan Kapal Tanker MT Federal II di rumah sakit (dok polda kepri)

LenteraKepri.com, Batam – Duka mendalam kembali menyelimuti Kota Batam. Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan kapal MT Federal II di galangan kapal milik PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, bertambah menjadi 11 orang.

Korban terbaru adalah Roni Andreas Harefa, pekerja subkontraktor dari PT Rotary, yang sempat menjalani perawatan intensif di RS Mutiara Aini, namun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (16/10/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Berdasarkan hasil pendataan ulang, total korban semuanya ada 31 orang. Kini korban meninggal menjadi 11 orang dan 21 orang luka-luka,” ujar Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat dikonfirmasi Kamis sore.

Roni diketahui merupakan warga Batu Aji, Kota Batam. Dengan meninggalnya Roni, kini total korban tewas menjadi 11 orang yang tersebar di beberapa rumah sakit, yakni 5 di RS Aini, 4 di RS Elisabeth, dan 2 di RSUD Embung Fatimah.

Daftar Lengkap 11 Korban Meninggal Dunia:

  1. Andi Haryono
  2. Anton (48 tahun)
  3. Chandra Pasaribu (36 tahun)
  4. Dhimas Saputra
  5. Frenki Protes Pane (41 tahun)
  6. Habibulloh Siregar
  7. Idris Sardi
  8. Krisman Simatupang (51 tahun)
  9. Maradong Tampubolon
    10.Ramadhani Risky Nasution (19 tahun)
    11.Roni Andreas Harefa

Delapan Jenazah Dipulangkan ke Kampung Halaman di Sumatera Utara

Suasana haru menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri pada Kamis (16/10/2025) pagi. Sebanyak 8 jenazah korban ledakan kapal Federal II diberangkatkan menuju Bandara Hang Nadim Batam untuk dipulangkan ke kampung halaman mereka di Sumatera Utara.

Satu per satu peti jenazah dimasukkan ke dalam mobil ambulans milik Polda Kepri. Iring-iringan delapan ambulans yang membawa jenazah berjalan perlahan menuju bandara, dikawal oleh mobil patwal.

Tangis keluarga pecah ketika sirine pengawalan berbunyi, menandai kepergian para korban yang gugur dalam tugas. Suasana duka terasa begitu dalam, menjadi pengingat betapa mahalnya harga keselamatan kerja di sektor industri galangan kapal.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Batam. Banyak pihak kini mendesak agar investigasi terhadap penyebab ledakan segera dituntaskan dan standar keselamatan kerja diperketat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.