Usai Gerebek HH Club, Bareskrim Bidik Klub Malam Lain di Batam

oleh -
Usai Gerebek HH Club, Bareskrim Bidik Klub Malam Lain di Batam
Usai menggerebek HH Club P3 Batam, Bareskrim Polri tidak menutup kemungkinan akan menggerebek tempat hiburan malam lain di Batam (ilustrasi)

LenteraKepri.com, Batam – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggerebek HH Club di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba. Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak 32 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan, dari puluhan orang yang diamankan, sementara enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“32 ya yang dibawa, sementara baru enam tersangka,” kata Eko kepada wartawan.

Namun, status hukum orang-orang yang diamankan masih dapat berubah seiring proses penyidikan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan adanya tersangka baru.

32 Orang Diamankan, Ada Pengunjung dan Manajemen

Eko menjelaskan, 32 orang yang dibawa untuk diperiksa terdiri dari pengunjung dan pihak manajemen HH Club.

Penyidik masih memilah peran masing-masing orang untuk menentukan siapa yang diduga sebagai pengguna, pihak yang terlibat dalam pengelolaan, maupun pihak lain yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

“Ada pengunjung dan ada manajemen, nanti kita pilih-pilih mana yang pengguna, nanti kita lakukan manajemen dengan TAT,” katanya.

Menurut Eko, jumlah tersangka masih dapat bertambah ataupun berkurang setelah proses pemeriksaan dan pendalaman selesai.

“Itu kita amankan karena menyangkut dengan manajemen yang ikut. Bisa juga berkurang, karena sebagian yang diamankan bisa jadi saksi. Bisa berkembang ke atas, atau bisa memotong sebagian yang sudah diperiksa itu,” ujarnya.

762 Butir Inex Ditemukan dalam Berangkas

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti narkotika.

Eko menyebut barang bukti yang ditemukan berupa sekitar 762 butir inex yang disimpan di dalam sebuah berangkas.

“Betul (ada berangkas), barang bukti inex berjumlah sekitar 762 butir yang disimpan di dalam berangkas. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Penemuan barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap asal narkotika dan kemungkinan jaringan yang memasok maupun mengedarkannya.

Bareskrim Buka Peluang Gerebek Klub Malam Lain di Batam

Setelah penggerebekan HH Club, Bareskrim Polri membuka kemungkinan melakukan pemeriksaan terhadap tempat hiburan malam lainnya di Batam.

Eko mengatakan pengembangan kasus membutuhkan waktu karena penyidik harus memastikan informasi dan mengumpulkan bukti sebelum mengambil tindakan.

“Ya perlu waktu dong, kan itu sulit nyarinya. Kalau gampang, ya masyarakat sudah menangkap lama itu,” kata Eko kepada wartawan di Batam, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, pengungkapan jaringan narkoba membutuhkan proses penyelidikan yang mendalam. Penyidik tidak bisa langsung mengambil langkah tanpa bukti yang cukup.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan klub malam lainnya, Eko membenarkannya.

“Ada kemungkinan (pemeriksaan klub malam lainnya),” ujar Eko.

Bareskrim Jelaskan Peran Polda Kepri

Eko juga menanggapi pertanyaan mengenai pengawasan peredaran narkoba di tempat hiburan malam di Batam yang selama ini menjadi bagian dari tugas kepolisian daerah.

Menurutnya, penggerebekan oleh Bareskrim Polri tidak berarti aparat di Kepri tidak bekerja. Ia mengatakan setiap personel memiliki metode dan kemampuan penyelidikan yang berbeda.

“Ya nggak bisa begitu ya, kedalaman cara penyelidikan tiap personel berbeda-beda. Bukan berarti polisi di Kepri tidak bekerja, mungkin ada batasan-batasan,” jelasnya.

Salah satu kendala yang disebut Eko adalah identitas personel yang mudah dikenali ketika melakukan penyelidikan di wilayah tertentu.

“Mungkin mukanya gampang dikenal, betul kan? Beda sama kami-kami (Bareskrim) kan punya keuntungan sendiri kalau melakukan penyelidikan di luar kota,” ujarnya.

Penyidikan HH Club Batam Terus Dikembangkan

Bareskrim Polri memastikan proses hukum terkait penggerebekan HH Club Batam akan dilakukan secara profesional dan transparan.

Penyidik juga masih mengembangkan perkara untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan peredaran narkoba tersebut.

“Langkah selanjutnya penyidikan profesional, transparan, dikembangkan,” kata Eko.

Puluhan orang yang diamankan juga tidak seluruhnya berada di satu lokasi. Sebagian dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan, sementara sebagian lainnya masih menjalani proses di Batam.

“Sebagian, sebagian masih di sini,” ujarnya.

Pemilik Klub Malam Diminta Perketat Pengawasan

Eko turut mengingatkan para pemilik tempat hiburan malam di Batam dan daerah lainnya agar meningkatkan pengawasan di tempat usaha masing-masing.

Ia meminta pengelola tidak membiarkan tempat hiburan malam digunakan sebagai lokasi peredaran narkoba.

“Imbauan juga kepada pemilik tempat hiburan malam yang lain, jangan sampai terjadi kejadian yang sama terulang,” ujar Eko.

Penggerebekan HH Club Batam dengan ditemukannya ratusan butir inex dan penetapan enam tersangka menjadi perhatian serius aparat. Bareskrim Polri kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dan pengembangan pemeriksaan terhadap tempat hiburan malam lainnya di Batam.

No More Posts Available.

No more pages to load.