LenteraKepri.com, Batam – Tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini (25), wanita muda asal Lampung di sebuah mess kawasan Jodoh Permai Batam, menyisakan duka yang mendalam bagi pihak keluarga. Apalagi, kepergiannya dalam kondisi yang tidak wajar, diduga meninggal setelah mendapat penyiksaan.
Siapa sangka, niatnya ingin mencari pekerjaan agar dapat ongkos pulang ke kampung halaman, justru menjadi malapetaka yang akhirnya merenggut nyawanya. Mirisnya, Putri, sapaan akrabnya malah berakhir tragis di kamar mess LC.
Diceritakan Melia Sari, kakak kandung Putri, pihak keluarga yang berada di Lampung kehilangan kontak dengan putri sejak empat hari sebelum mendapat kabar dari pihak kepolisian bahwa Putri telah meninggal dunia.
Baca: Wanita Cantik Asal Lampung Diduga Tewas Usai Disiksa di  Batam, Polisi Dalami Peran Terduga Pelaku
“Kami dihubungi pihak kepolisian pada Sabtu (29/11/2025) sore. Sejak empat hari sebelumnya, komunikasi kami terputus dengan Putri,” aku Melia, saat dihubungi LenteraKepri.com melalui telepon, Minggu (30/11/2025) malam.
Putri sendiri, sudah menetap di Batam selama dua tahun, sejak ia bercerai dengan suaminya. Sementara anak perempuannya, tengah berada di kampung halaman, dirawat oleh keluarganya.
Sebagai ibu, ia selama ini mencoba memantapkan hati untuk mencari rejeki yang halal di Batam. Sebelumnya ia sempat bekerja sebagai karyawan PT, hingga akhirnya kontrak kerja pun berakhir.
Rindu akan kampung halaman serta anak, membuat Putri terus mencari lowongan pekerjaan. Tujuannya hanya satu, hanya ingin mendapstkan ongkos agar bisa pulang ke kampung halaman.
Setelah beberapa hari mencari pekerjaan, salah seorang temannya mengatakan, bahwa ada pekerjaan yang bagus. Dengan polosnya, Putri langsung mengiyakan pekerjaan tersebut, tanpa mencari tahu seperti apa pekerjaan tersebut.
“Adik saya ingin pulang kampung, namun belum ada biaya. Karena itu dia mencari pekerjaan agar dapst ongkos untuk pulang. Ia juga selalu berkomunikasi dengan ibu melalui telepon maupun video call, termasuk adanya tawaran pekerjaan ini,” terang Melia.
Sampai akhirnya Putri dipanggil untuk datang ke sebuah rumah di kawasan Jodoh Permai, yang ternyata menjadi mess untuk para ladies companion (LC) atau pemandu lagu di salah satu tempat hiburan malam di Batam.
Begitu sampai di lokasi, barulah ia mengetahui bahwa pekerjaan yang akan dijalaninya ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan. LC, bukanlah pekerjaan yang ia inginkan.
Namun, keterangan yang disampaikan oleh orang yang menghubungi Melia, mengaku, Putri langsung dicoki narkoba, minuman keras dan obat-obatan lainnya. Penolakan demi penolakan ia lakukan, namun akhirnya yang ia dapat adalah penyiksaan.
Jika tidak ingin bekerja di agency MK yang diduga milik Wilson dan Meylika sebagai maminya itu, Putri harus membayar uang pinalti. Pastinya, ia juga tidak memiliki kemampuan untuk membayar uang tersebut, hingga penyiksaan lah yang menanti dirinya.
“Terakhir berkomunikasi dengan kami, Putri mengirim pesan dengan tulisan ‘dek’ ke nomor adik saya yang paling kecil. Kami bertiga bersaudara, saya paling besar, Putri nomor dua, dan satunya lagi adik kami paling kecil. Nah pesan itu dikirim ke adik saya paling kecil. Namun karena sudah malam, pesan itu baru dibalas paginya karena adik saya sudah tidur,” jelas Melia.
Namun, balasan yang dikirim pada pagi hari itu tak lagi mendapat respon dari Putri. Komunikasi terputus, hingga akhirnya pihak keluarga malah menerima kabar duka.
“Adik saya bukanlah LC. Dia baru masuk dan belum pernah bekerja. Dia juga langsung ingin keluar begitu mengetahui apa jenis pekerjaannya. Namun adik saya malah disiksa karena tidak bisa bayar uang pinalti. Menurut orang yang DM saya, Putri sudah disekap sejak Minggu (23/11/2025),” tambah Melia.
Kini, Wilson dan Meylika sudah diamankan di Polsek Batuampar dan masih dilakukan pemeriksaan. Mewakili keluarga, Melia meminta pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini.
Berita sebelumnya, Seorang wanita muda bernama Dwi Putri Aprilian Dini (25), asal Lampung, diduga menjadi korban pembunuhan. Ia diduga meninggal di sebuah mess di Jodoh Permai Blok D 28 pada Sabtu (29/11/2025).
Mess tersebut diperuntukkan sebagai tempat tinggal para perempuan yang dijadikan ladies companion (LC) atau pemandu lagu di salah satu tempat hiburan ternama di Kota Batam dari agency bernama MK.
Informasi yang didapat, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung, oleh dua orang bernama Wilson dan Meylika, dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Melihat kondisi tersebut, pihak rumah sakit merasa curiga dan langsung menghubungi kepolisian.
Kuat dugaan, korban meninggal setelah mendapat penyiksaan serta terduga pelaku berniat ingin menutupi perbuatannya dengan membawa korban ke rumah sakit yang berada jauh dari mess tempat korban ditemukan meninggal. Sebab, mess tersebut berada di kawasan Batuampar, dan korban malah dibawa ke daerah Sagulung.
Namun upaya tersebut tetap tercium. Saat ini, Polsek Batuampar juga telah mengamankan kedua orang tersebut. Wilson sendiri diduga menjadi bos agency dan Meylika diduga sebagai mami untuk para LC di agency tersebut.








